Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem  aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya  bersinar seperti cahaya  dan keselamatannya menyala seperti suluh. – Yesaya 62:1

Tuhan memiliki janji yang sangat besar bagi umat-Nya yaitu janji keselamatan. Hal tersebut akan dinyatakan saat kedatangan-Nya kelak. Akan tetapi, sebagai umat percaya, bagaimana seharusnya kita seharusnya kita bersikap terhadap janji keselamatan itu? Apakah kita hanya berdiam diri dan menunggu Tuhan menyatakan janji itu? Tentu saja tidak. Dalam masa menanti, salah satu hal yang paling penting untuk kita lakukan sebagai orang percaya adalah berdoa. Oleh karena itu, doa tidak hanya menjadi sarana bagi kita untuk menyatakan keinginan dan kebutuhan kita kepada Tuhan, tetapi juga menjadi sarana bagi kita untuk dapat lebih mengerti kehendak Tuhan dalam kehidupan kita sehingga pola pikir dan gaya hidup kita dapat semakin sesuai dengan yang Tuhan kehendaki.

Menjadi divisi doa tidak hanya menjadi orang yang bertugas doa di Jumatan PMK ataupun PD Rabu, tetapi orang-orang yang rindu kampusnya dimenangkan dan mau menghancurkan pekerjaan iblis di kampus. Ini bukan masalah program kerja atau pun jadwal, melainkan merupakan sikap untuk terus menerus teguh dalam doa-doa baik secara bersama maupun pribadi untuk melihat pekerjaan Tuhan nyata atas kampus ITB, hingga akhirnya nama Tuhan terdengar dan dimuliakan di seluruh penjuru kampus.

Divisi doa bekerja seperti penjaga yang terus menerus berjaga layaknya penjaga pengawas kota. Ada giliran jaga atau dengan kata lain ada giliran untuk berdoa syafaat pribadi untuk orang-orang agar mengenal Tuhan, pintu-pintu penginjilan dibuka, kebangunan rohani di kampus, menjaga jemaat, dan menghalau pekerjaan jahat untuk merampas firman. Kemudian tim doa perlu mengadakan pertemuan untuk saling menguatkan dan berbagi mengenai hal-hal yang didapatkan dalam doa.

Program kerja yang selama ini dilakukan oleh divisi doa adalah:

PD RABU

PD Rabu adalah kegiatan mingguan sebagai sarana bersekutu selain Jumatan. Di kegiatan ini, jemaat datang untuk berbagi kesaksian—jemaat lebih banyak memberi kesaksian di PD Rabu daripada di Jumatan, berbagi cerita dan masalah, serta saling mendoakan di akhir kegiatan.

Tugas divisi doa adalah memastikan kesiapan PJ dan pemain musik, serta menutup PD Rabu dengan doa bersama.

DOA SYAFAAT JUMATAN

Di setiap Jumatan, divisi doa mengirimkan satu wakilnya untuk memimpin doa syafaat.

PRAYER REQUEST

Merupakan sarana yang disediakan oleh divisi doa untuk setiap anggota PMK ITB untuk dapat menyampaikan pergumulan atau hal – hal lain untuk dapat didoakan.

Bagi kalian yang terbeban untuk menjadi menara doa, atau memiliki pergumulan dan rindu untuk didoakan, atau sekadar mau nge-chill bareng koordiv Doa, silakan hubungi:

Koordinator Divisi

Ezard Damey Anugrah (TK’19)
0821-8945-4604
ezarddamey@gmail.com