Mengampuni

Resume Khotbah
Mengampuni
Stella Christiani
1 Februari 2019
Matius 5:38-39

Matius 5:38-39

“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. ”

“Mengampuni itu ibarat rantai yang terputus, karena dalam pengampunan ada ikatan luka yang terlepas”

 Luka bisa datang darimana saja bahkan dari hal-hal sepele. Jika terjadi penumpukan luka, maka luka tersebut akan pecah. Orang-orang yang melukai seorang lainnya biasanya merupakan orang orang yang pernah terluka di masa lalunya. Seseorang yang pernah disakiti suatu saat akan menyakiti orang lain atau menyakiti diri sendiri.  

Ketika kita merasa terluka atas perbuatan seseorang terkadang kita memberi reaksi negatif, yaitu dengan mempertahanan diri sendiri, menghakimi orang lain misalnya dengan mengomel atau menggosip, melarikan diri dari masalah dengan melupakan ataupun mengabaikan masalah, serta kepahitan yaitu mengasihani diri sendiri dan merasa hanya dirinya yang menjadi korban. Reaksi negatif dan inti masalah yang kita hadapi itu diibarat kan gunung es. Reaksi negatif yang kita tampakkan itu seperti gunung es yang terlihat di permukaan dan hanya sebagian kecil saja, sedangkan inti masalah seperti es yang berada di bawah gunung es, di dalam air yang pastinya berukuran jauh lebih besar dari gunung es itu sendiri. Oleh karena itu, jika kita ingin terlepas dari luka yang kita alami kita harus menyelesaikan inti masalahnya bukan dengan menampakkan reaksi negatif.

Ibrani 12:5 “Jagalah supaya jangan ada seseorang pun yang menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang.”

Kita akan selalu bertemu dengan orang dan keadaan yang berbeda setiap harinya, ada hal-hal yang bisa dikontrol dan tidak bisa dikontrol. Bagian yang tidak dapat kita kontrol sendiri adalah luka yang diciptakan seseorang kepada kita, sedangkan bagian yang bisa kita kontrol, yaitu pilihan kita untuk menyimpan luka dan tinggal dalam keadaan pahit atau melepaskan pengampunan dan masuk dalam rencana Allah yang manis.

Kebenaran tentang pengampunan

  • Matius 5 : 38-39, kita temukan bahwa ajaran Yesus adalah supaya kita mengampuni, tidak membalas orang setimpal dengan kesalahannya.
  • Matius 6 : 12-15, kita harus mengampuni orang lain dulu baru diampuni

Mengampuni ≠ memaafkan ≠ melupakan ≠ membiarkan kesalahan

Respon  yang diharapkan Tuhan ketika kita mengampuni artinya kita melepaskan seseorang dari belenggu hutang yang dibuatnya (seseorang yang berbuat dosa terhadap kita, ibarat ia berhutang kepada kita), sekaligus melepaskan hak kita untuk marah dan balas dendam.

Bapa memberi pengampunan secara cuma-cuma, tapi bukan gratis!

Konsekuensi Bapa mengampuni dosa-dosa kita yaitu Ia membayar dengan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal secara cumacuma. Roma 5:8

  • Matius 8 : 31-35

Ketika kita tidak mengampuni, kita membelenggu orang yang bersalah dan juga membelenggu diri kita sendiri dengan menunjukkan penderitaan kita ke orang yang menyakiti kita tersebut. Hal ini salah di mata Tuhan.

Alasan sulit untuk mengampuni :

  • Kesalahan yang dianggap fatal dan tidak layak untuk diampuni, padahal kita sendiri tidak layak untuk diampuni;
  • Kesalahan yang berulang-ulang, dalam artian orang tersebut tidak pernah berubah, padahal kita diminta Tuhan untuk saling mengasihi bukan untuk merubah sifat orang sesuai yang kita mau;
  • Rasa sakit yang masih ada, artinya kita belum mau hidup dalam pengampunan.

Apa yang harus kita lakukan agar dapat mengampuni?

  • Minta petunjuk dari Tuhan
  • Melepaskan perasaan sakit
  • Minta Tuhan gantikan luka tersebut dengan damai sejahtera

[NS]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *