Pemimpin yang Mengandalkan Tuhan

Resume Khotbah
Pemimpin yang Mengandalkan Tuhan
Carlos Dominggo Simanjuntak
9 november 2018
Ezra 7:10

Tuhan akan selalu menepati janji-Nya
Bangsa Israel ditempatkan di bangsa asing. Tuhan pun berjanji akan melepaskan bangsa Israel dari
bangsa asing dan mengantar bangsa Israel pulang ke rumahnya, hal ini tertulis di Yeremia 29:10.

Yeremia 29:10
“Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah
Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan
mengembalikan kamu ke tempat ini.”

Ketika Tuhan sudah berjanji, Dia akan menggenapinya.

Siapa Ezra?
Ezra adalah seorang Imam. Ezra berinisiatif untuk mengubah bangsa Israel yang semakin jauh dari
Tuhan. Ezra juga adalah seorang Menteri Negara urusan Orang Yahudi dalam pemerintahan
Artahsasta.

Allah lah yang bisa melembutkan hati seseorang. Raja Babel saat itu mengizinkan Ezra untuk memilih
pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim untuk menemani Ezra dalam perjalanan pulang untuk
membangun bait Allah. Ezra sendiri adalah pemimpin dalam rombongan tersebut. Dalam perjalanan,
bangsa Israel membawa banyak barang berharga sebagai persembahan dan untuk membangun Bait
Allah. Meskipun begitu, Ezra tidak meminta bantuan ke Persia untuk melindungi mereka selama
perjalanan. Dia percaya bahwa Tuhan sudah melindungi mereka dan menyertai mereka dalam
perjalanan.
Hal yang bisa dicontoh dari kepemimpinan Ezra :
1) Berani Bertindak (Ezra 7:28b)
Ezra berani untuk pulang kembali ke rumahnya bersama dengan rombongannya karena dia
mengandalkan Tuhan.
2) Kemampuan manajerial yang baik (Ezra 8:1-14, 16-18b, 20)
Dia tidak berjuang sendiri, tapi melibatkan teman teman sekitarnya.
3) Teliti (Ezra 8:15)
Dari ribuan orang yang ikut dalam rombongan dia, dia bisa mengetahui bahwa tidak ada
orang dari bani Lewi yang ikut dalam rombongannya.
4) Taat kepada hukum dan peraturan (Ezra 8:15c, 17d, 24-30)
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dekat dengan firman Tuhan.
5) Rendah Hati (Ezra 8:18a, 23)
Dia tidak hanya mengandalkan diri dia sendiri dalam setiap perbuatannya. Dia memohon
bantuan dari Allah.
6) Mengandalkan Tuhan ( Ezra 8 : 22-23)
Tuhan-lah yang Ezra andalkan dalam kondisi tidak ideal yang ia alami. Orang yang
mengandalkan Tuhan adalah orang yang dekat dengan Tuhan. Cara untuk dekat dengan
Tuhan adalah mendalami firman-Nya.
Kunci Keberhasilan kepemimpinan Ezra:

Ezra 7 : 10
“Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *