Doa

Resume Khotbah

Doa
Tuah Fredy Yap
7 September 2018
Mazmur 62:9

Doa sebagai komunikasi yang intim dengan Tuhan
Doa adalah sesuatu yang memiliki kuasa yang luar biasa. Kita dapat menemukan banyak firman tentang doa, tetapi hanya sedikit yang benar-benar menghidupinya. Banyak orang yang menjadikan doa sebagai rutinitas atau formalitas semata, tidak benar-benar membuka diri dengan Tuhan. Ketika berdoa, maka kita harus benar-benar memfokuskan hati kita kepada Tuhan agar doa memang menjadi jalur komunikasi yang intim antara kita dengan Tuhan.

Doa dapat dikatakan sebagai suatu pertempuran yang tidak terlihat untuk pertempuran yang terlihat. Apa yang tidak terlihat lebih penting dari apa yang terlihat (2 Korintus 4:18). Banyak hal di dunia ini hanya dinilai dari apa yang terlihat dari luar. Padahal, dalam mencapai suatu kemenangan yang besar, banyak harga yang harus dibayar yang tidak terekspos. Maka dari itu kita harus tetap setia dengan perkara-perkara kecil. Jangan pernah menyepelekan hal-hal kecil sekalipun. Harus ada proses yang menempah pribadi kita yang terdapat di perkara-perkara kecil untuk mencapai perkara-perkara yang besar. Karena jika dengan perkara kecil saja kita tidak setia, maka kita juga akan tidak setia juga dengan perkara-perkara besar (Lukas 16:10).

Doa sebagai kesempatan mengenal pribadi Bapa
Dalam Yohanes 17:3 dituliskan:
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Banyak diantara kita yang hanya fokus untuk masuk surga. Sehingga yang terjadi adalah banyak orang yang bertumbuh dalam pengetahuan, namun tidak dengan pengenalan. Kita tidak benar-benar mengenal pribadi Allah dan Juruselamat yang telah diutus. Ketika kita berdoa, maka kita dapat mengenal pribadi Tuhan yang menciptakan alam semesta, Allah pencipta kita sendiri.

Pertumbuhan dalam pengetahuan dengan pengenalan harus seimbang. Sehingga nantinya ketika pengenalan kita semakin bertumbuh maka kita juga akan semakin banyak mensyukuri hal-hal yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak hanya mensyukuri hal-hal yang membuat kita senang, namun kemalangan juga dapat kita syukuri karena pengenalan yang baik akan Tuhan.

Terdapat 2 bagian dari doa sebagai pengenalan akan pribadi Bapa:
1. Quantity Time
Hal ini berarti komunikasi intim dengan Tuhan adalah intinya. Tidak harus ada tata cara khusus untuk berdoa. Kita dapat mengungkapkan isi hati kita dan memohon kepada Tuhan kapan saja dan dimana saja. Karena Tuhan tidak memandang apapun selain ketulusan hati kita untuk membuka diri dengan-Nya. Seperti yang tertulis dalam 1 Tesalonika 5:17 yaitu: Tetaplah berdoa. Maka kita tidak hanya menjadikan doa sebagai rutinitas belaka namun juga sebagai kebutuhan dan kerinduan kita.

2. Quality Time
Hal ini tentang Just you and God. Untuk membentuk suatu quality time dengan Tuhan maka tantangan terberatnya adalah untuk menciptakan ketenangan untuk bercakap-cakap dengan Tuhan (1 Petrus 4:7). Dituliskan juga dalam Yesaya 30:15 bahwa kekuatan kita terletak saat kita tenang. Tenang menjadi kunci penting dalam menciptakan hubungan yang berkualitas dengan Tuhan. Kita harus benar-benar fokus dengan Tuhan. Tidak memikirkan hal-hal lain sehingga kita dapat berbicara sebebas mungkin dengan Tuhan. Seberapa kita benar-benar memfokuskan diri dengan Tuhan, mencurahkan semua isi hati kita kepada Tuhan baik itu harapan, kecemasan, dosa, pergumulan, maupun ucapan syukur, walau sebenarnya Tuhan pasti sudah tahu isi hati kita.

Maka dari itu, marilah kita berkomitmen dalam berdoa. Sungguh-sungguh menghidupi doa agar kita dapat membentuk komunikasi yang intim dengan Tuhan dan mengalami pertumbuhan pengenalan akan pribadi Bapa. Tuhan Yesus Memberkati.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *