Christ is Enough

Resume Khotbah

Merasa Cukup – Christ is Enough
Bpk. Alamta Singarimbun
13 April 2018
Lukas 12:16-21

Tuhan Yesus memberi perumpamaan mengenai orang kaya yang sangat kaya dan menyimpan semua uangnya didalam lumbung-lumbung. Namun, kita ketahui Allah tidak menyukai tindakan seperti ini, tetapi bukan berarti pula kita tidak boleh kaya.

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.’ – Ibrani 13:15

Sebagai orang percaya kita sama sekali tidak boleh menjadi hamba uang, namun kita harus bersyukur atas apa yang ada, dengan kata lain merasa cukup. Kita harus percaya pada janji Allah yaitu bahwa Allah sekali-kali tidak akan membiarkan kita, dan sekali-kali tidak akan meninggalkan kita.

Bapak Alamta menjelaskan sebuah prinsip yang didapat dari apa yang dikatakan di Alkitab.

[6:8] Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. [6:9] Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. [6:10] Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. – 1 Timotius 6:8-10

“Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah, ” sangatlah ditekankan pada bagian Alkitab ini. Dia menjelaskan bagaimana kita sebagai mahasiswa masih dapat bersyukur dengan uang mungkin hanya 1-2 juta rupiah, tetapi ketika mungkin beberapa dari kita sudah dewasa, bahkan mungkin uang 50 juta pun bisa saja tidak terasa cukup. Inilah yang terjadi ketika kita tidak bisa merasa cukup. Rasa cukup menjauhkan kita dari haus akan uang, rasa cukup juga membuat kita dapat berempati lebih. Tidak cuma itu, banyak sekali kata-kata negatif yang dapat terjadi ketika kita menjadi hamba uang. Akar segala kejahatan ialah cinta uang, contoh bisa dilihat dari kisah Abraham dan Lot, dimana Lot akhirnya memilih kota Sodom dan Gomora yang tampak indah secara duniawi namun tiada Tuhan. Hingga akhirnya kita tahu bahwa kota itu dibumi-hanguskan oleh Allah.

Sikap yang tepat terhadap uang sangatlah penting. Disatu sisi kita tidak boleh pelit, tetapi kita juga tidak boleh menghambur-hamburkan uang. Uang adalah alat tukar di dunia ini. Uang bisa beli obat namun tidak bisa membeli kesehatan. Dan banyak lagi yang bisa dibeli uang namun pada akhirnya hanyalah kesenangan sementara semata. Kita harus tahu mana yang keinginan kita dan mana yang kebutuhan kita. Kita harus berhati-hati dan tetap menjaga sikap rendah hati dan kesederhanaan hidup kita seperti yang Kristus ajarkan. Hidup menjadi orang yang saat sedikit merasa cukup bukan justru banyak tetapi merasa kekurangan. Ingatlah di Roma 12:2, dimana kita harus melakukan pembaharuan budi. Jangan sibuk mencari apa yang akan ditinggalkan, tetapi lupa mencari apa yang akan kita dapat kelak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *