Berbicara Dengan Hikmat

Resume Khotbah

Hati-Hati Gunakan Mulutmu
Pdt. Marietta Simanjuntak
9 Maret 2018
Efesus 4:29

Benarlah adanya bahwa mulut dan apa yang di dalamnya bukan hanya dipakai sebagai alat bantu pencernaan, tetapi juga sebagai alat komunikasi, dimana dari hal itulah banyak perkataan/ ucapan yang kita keluarkan setiap harinya. Sebenarnya, mulut kita adalah bentuk karunia yang diberikan Tuhan agar digunakan sebagai alat untuk melayani Tuhan dan sesama kita, tapi apa yang akhirnya terjadi adalah mulut kita menjadi salah satu sumber terbesar kita dalam berbuat dosa. Mengeluh, mengucapkan kalimat menjatuhkan, menghina sesama melalui perkataan yang tak layak, dan masih banyak lagi, itulah contoh buruk yang kita lakukan melalui ucapan kita. Apa yang sebenarnya harus kita lakukan?

Di dalam Alkitab sendiri, ayat mengenai ucapan/perkataan banyak ditulis dan diberitakan. Misalkan saja Amsal 13:24, dalam nats itu kita diingatkan bawah perkataan yang kita ucapkan adalah selayaknya sebuah benih yang kita tabur dan akan berbuah juga mengikut diri kita. Jadi ucapkanlah hal positif dalam kehidupan kita, misalnya ketika kita kesusahan dalam pelajaran di kuliah janganlah ucapkan “susah susah, gua pasti gabisa” tapi gantilah dengan ucapan yang lebih yakin dan bijak “gua pasti bisa, bisa, bisa!”, selanjutnya apa yang kita ucapkan itulah yang akan terjadi, karena dari situlah Tuhan akan selalu membantumu di dalam setiap kesusahan umatnya. Pada Bilangan 14:28 tertulis “….bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah yang akan kulakukan kepadamu”, jadi apalagi yang perlu kita ragukan? Mengucapkan apa yang baik ialah suatu hal yang akan di dengar Allah dan Allah pun akan mengkaruniakan apa yang kita harapkan dalam hidup kita. Di dalam Matius 12:36-37, lebih ditekankan lagi, bahwa setiap apa yang kita katakan adalah sebuah pertanggungjawaban kita di akhirat nanti. Perkataan baik yang pernah kita ucapkan akan dibenarkan di hadapan Allah, dan perkataan buruk akan menjadi sebuah hukuman untuk diri kita. Di atas sana, semua perkaataan kita di catat, jadi tidak ada alasan untuk kita dapat mengelak atas kesalahan kita. Jadi, daripada kita hanya mengucapkan hal yang tidak baik,mulailah berkata dengan lebih bijak.

Menjadi seorang yang bijak dalam berbicara memang gampang-gampang susah, tapi perhatikanlah ketiga hal penting ini: 1) batasi perkataan anda , 2) berpikir sebelum bicara,dan 3) berbicaralah pada waktu yang tepat. Intinya kenalilah situasi lawan bicara kita, bagaimana situasi hati mereka saat itu harus kita pikirkan, karena maksud bercanda sekali pun bisa jadi melukai perasaan orang tersebut. Jadi, jadilah seseorang yang menjadi berkat untuk orang lain melalui perkataan kita dan janganlah biarkan perkataan yang kita keluarkan untuk diri sendiri menjadi batu sandungan dalam kehidupan kita. So, gunakanlah mulut kita secara bijak, mintalah Tuhan untuk berkuasa di dalam setiap ucapan kita. Mulailah dari diri sendiri,mulailah dari hal kecil, dan mulailah dari sekarang. Tuhan Yesus Memberkati!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *