Siap Diutus

Resume Khotbah

Here am I!
Pdt. Jenus Junimen
9 Februari 2018
Lukas 9:1-6

Lukas 9:1-6 menceritakan tentang Yesus yang mengutus kedua belas murid-Nya. Yesus tidak hanya mengutus, namun ia memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit (Lukas 9:1). Namun, dibalik itu semua, pertanyaannya adalah mengapa Yesus memilih dua belas murid? Yesus tidak asal memanggil dan mengutus, Ia memilih dua belas orang murid karena terdapat dua belas suku dalam Bangsa Israel pada saat itu.

Seorang yang melayani Tuhan itu diutus oleh Tuhan, bukan karena alasan-alasan lain seperti sedang nggangur, dipaksa oleh orang lain, karena ada pacar, dan alasan lainnya. Tuhan sendirilah yang memberikan beban pada hati kita untuk melayani. Tapi Ia tidak hanya sekedar memberikan beban, namun Ia juga memberikan tenaga dan kuasa kepada murid-murid-Nya. Dalam hal ini Tuhan tidak mencari PENGIKUT namun Ia mencari seorang MURID.

Dalam pelayanan, hal yang terpenting adalah  “Jangan Kita memakai orang untuk melengkapi pelayanan, melainkan pakailah pelayanan untuk melengkapi orang”. Hal ini seperti yang terdapat pada Efesus 4:12, dimana pelayanan ditujukan untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan juga bagi pembangunan tubuh Kristus.

Agar dapat menjadi murid dan pelayan yang baik, marilah kita belajar dari pribadi Tuhan Yesus dalam melayani. Yesus adalah Anak Allah dan Ia juga seorang Raja. Namun, ketika Ia lahir kedunia, Ia lahir dipalungan. Sebuah tempat yang bahkan kurang pantas untuk seorang hamba. Akan tetapi di sisi lain, Yesus menerima mas, kemenyan, dan mur dari orang majus, yang menandakan bahwa Ia juga seorang raja. Dalam injil Markus 10:42-45, dikatakan bahwa Yesus datang kedunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani kita. Bukti nyatanya adalah Ia rela mati dikayu salib demi menebus dosa kita. Yesus juga disebut sebagai “THE SERVANT KING”. Artinya, Yesus adalah hamba yang mau melayani, dan dalam pelayanannya Yesus selalu melakukan yang terbaik, contohnya ketika Ia melakukan mujizat dengan mengubah air menjadi anggur yang terbaik untuk memuaskan tamu yang hadir pada pesta pernikahan di Kana.

Tuhan mau kita memberikan hidup kita untuk melayani. Melayani bukan dengan asal-asalan namun dengan hati seorang hamba dan mentalitas raja. Melayani Tuhan tidak harus hebat, karena Tuhan tidak mencari orang yang hebat, namun ia mencari orang yang MAU untuk melayani-Nya. Terlebih lagi Tuhan menghargai setiap hasil pelayanan kita. Ia tahu kerja keras dan pelayanan kita dan Ia juga akan memberikan upah kepada kita setiap orang yang melayani dengan sepenuh hati.

 

Jika kamu ingin menjadi besar, belajarlah untuk melayani! Karena bukan orang hebat yang menjadi besar, namun orang yang mau melayani sepenuh hati.

-Jenus Junimen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *