A Man After His Heart

Posted by
Resume Khotbah

A Man After His Heart – Intimacy with God
Sdri. Bernadeth F. Da Lopez
29 Januari 2016
http://vocaroo.com/i/s0T8SNa7zNeG

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. – Mazmur 27:4-6

Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya. – Mazmur 73:28

Beberapa dari kita memiliki anjing peliharaan di rumah masing-masing. Entah mengapa, setiap anjing peliharaan akan heboh sendiri apabila tuannya datang. Padahal mungkin kita hanya pergi atau meninggalkan anjing peliharaan kita sebentar dan baru saja memberi dia makan atau bermain bersama dia. Namun, kira-kira mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mengapa anjing begitu antusias kalau dia tahu ada tuannya? Karena terdapat Relasi antara tuan dengan anjingnya! Anjing ini tahu bahwa tuannya ini yang selama ini memelihara, memberi makan, mengelus-elus, dan memberi makan dia. Coba saja kita lihat reaksi anjing tersebut apabila yang datang adalah orang asing, apakah reaksinya akan tetap sehangat saat menyambut tuannya?

Kita bisa belajar dari fenomena ini. Kita bisa mengintropeksi diri kita masing-masing mungkin selama ini kita kalah dengan anjing-anjing ini dalam hal antusiasme, semangat, dan kerinduan untuk terus terhubung / terkoneksi dengan Tuhan padahal kita tahu dalam kehidupan kita, DIA lah yang memelihara, menjaga dan memberikan segala sesuatu yang baik dalam kehidupan kita.

Mazmur 27:4 mengatakan “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” Jika kita diberi kesempatan untuk meminta satu hal, apakah kita akan meminta seperti yang ayat ini katakan? Adakah yang meminta, “saya mau diam di rumah Tuhan seumur hidup?” Diam di rumah Tuhan bukan berarti kita pindah tempat tinggal ke Gereja kita masing-masing. Namun, ayat ini sebenarnya merupakan gambaran bahwa Pemazmur ini ingin selalu merasakan kedekatan dan kebersamaan dengan Tuhan. Pemazmur ini tidak menganggap Tuhan sebagai “pemain figuran” yang hanya sekali-kali lewat dalam hidupnya. Bagi sang Pemazmur, Tuhan adalah sumber keamanan dan perlindungan yang utama. Keintiman dengan Tuhan bagi Pemazmur ini merupakan hal yang terutama.

Dalam bahasa Ibrani, kata bersetubuh adalah “yada” yang artinya mengenal sehingga apa yang kita kenal dalam sebuah hubungan pernikahan itu bukan sekedar hubungan badan tetapi di dalam hubungan badan tersebut ada PENGENALAN antara satu dengan yang lain.

Apa yang sering menghalangi kita untuk INTIM dengan Tuhan?

1. Seseorang merasa tidak membutuhkan Tuhan

Ada seseorang yang merasa bahwa hidup ini bisa dijalani tanpa adanya Tuhan, seperti makan, minum dll. Kita cukup memiliki uang, teman, gadget dsb untuk dapat hidup. Tak jarang banyak yang mengatakan kehidupan akan lebih rumit dan merepotkan jika ada Tuhan karena terlalu banyak peraturan.

2. Seseorang dekat dengan Tuhan dalam sebuah hubungan transaksional

Tanpa sadar sering di antara kita ingin selalu dekat dengan Tuhan dengan motivasi transaksional. Kita dekat dengan Tuhan karena kita takut Tuhan akan menghukum kita dan akhirnya kehilangan berkat. Kalau kita kehilangan berkat, Kehidupan kita akan menjadi sial. Kedekatan semacam ini datang dari kepedulian terhadap diri sendiri walaupun wujudnya sebuah kesalehan.

Ketika Yesus memperkenalkan keintimannya dengan Bapa di Sorga, Dia tidak memperkenalkan kedekatan dengan bentuk transaksional. Yesus memperkenalkan keintiman atas dasar CINTA. Yesus suka dekat kepada Allah dan menceritakan kebaikan Allah. Inilah pekerjaan Yesus! Yesus melakukan hal-hal itu bukan dengan tuntutan, paksaan, rasa takut, ataupun hubungan yang transaksional tetapi dengan sebuah CINTA. Yesus datang ke dunia mengorbankan diriNya bagi kita juga merupakan sebuah ungkapan CINTA. Apa bedanya kurban dengan korban? Korban dalam Bahasa Inggris adalah victim sedangkan Kurban dalam Bahasa Inggris adalah sacrifice. Orang yang menjadi korban biasanya dipaksa atau terpaksa. Namun, kurban merupakan kerelaan / kesadaran untuk memberi diri dan itu semua karena CINTA. Yesus meng”urban”kan dirinya, bukan menjadi korban yang dipaksa. Cinta kepada Allah bukan semata-semata cinta yang rindu kepada Allah, melainkan Allah yang terlebih dahulu rindu kepada kita. Kerinduan Allah bukan karena kita berhasil berbuat baik tetapi semata-mata karena DIA MENCINTAI KITA, di mataNya kita sangat berharga. Apa respon kita terhadap Cinta Allah yang begitu besar ini?

Tuhan begitu rindu untuk berjumpa terhadap kita sehingga Dia datang ke dunia. Namun, Tuhan tidak dapat memaksa kita untuk berjumpa dengan Dia. Ketika kita berusaha dekat dengan Tuhan, Hal ini bukan merupakan usaha manusia sendiri. Tuhan lah yang telah mengambil langkah inisiatif lebih banyak terlebih dahulu untuk membuka tangannya menjumpai kita. Pekerjaan kita tidak banyak, CUKUP SATU LANGKAH KECIL UNTUK BERJUMPA DENGAN TUHAN.

Ketika Tuhan ingin menjumpai kita, Dia tidak menyuruh kita untuk mendekat kepada Dia. DIA akan berlari menjumpai kita. Maukah kita juga menyambut undanganNya? INTIMACY bukan sebuah paksaan ataupun serentetan aturan-aturan tetapi sebuah undangan. Mari kita mengambil langkah kecil untuk menjadi INTIM dengan Tuhan sebab sesungguhnya ketika kita intim dengan Tuhan, kitalah yang akan merasakan kedamaian, ketenteraman dan kebahagiaan di dalam kehidupan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *