Resume Khotbah 2 Oktober 2015: Baca Kitab Suci Doa Tiap Hari

Posted by

Pembicara: dr Magda

Tuhan menciptakan manusia terdiri atas tiga bagian: roh, jiwa, dan tubuh. jiwa dibagi atas: akal budi, kemauan, dan perasaan. Sebelum seseorang menerima Kristus, terjadi konflik di area jiwa, pikiran, kemuan, dan perasaan. Kita menerima Yesus sebagai tuahn dan Juruselamat karena Allah mengasihi kita. Orang yang sudah menerima Kristus adalah orang yang dilahirkan oleh Roh (Yoh 3). Orang yang sudah dilahirkan kembali berubah oleh pembaruan budinya, sehingga dapat membedakan manakan kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Hal itu hanya dapat terjadi jika kita tinggal di dalam Firman Tuhan dan Firman Tuhan didalam kita. Dengan itu, Firman Tuhan juga membereskan konflik di dalam diri kita.

 

Terdapat 3 level seseorang menikmati Firman Tuhan:

1. Firman Tuhan itu seperti obat, pahit namun harus diminum karena berguna

2. Firman Tuhan itu seperti cereal, hambar tapi menutrisi

3. Firman Tuhan itu seperti dessert, yang menyenangkan bagi diri kita

 

Transformasi dimulai dari membaca Firman Tuhan. Semua hal tersebut dimulai dari membaca Firman Tuhan. Langkah-langkahnya:

  1. Mengindentifikasi area kebutuhan.Ketika kita membaca Firman Tuhan, maka roh kita akan mendapat asupan makanan dari Firman Tuhan dan Roh Kudus akan mengidentifikasi area kebutuhan kita.
  2. Menghafal Ayat.Ayat yang dihafal bukan se-cuplik, tapi satu bagian. Sehingga kita dapat mengerti maksud pikiran Allah. Usulan bagian Alkitab pertama untuk dihafalkan : Roma 6. Menghafal merupakan kemauan bukan kemampuan.Yohanes 15: 3 “Kamu emmang sudah bersih karena firman yang telah kukatakan kepadamu”Yohanes 17: 17 “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran.”
  3. Membayangkan Firman TuhanIlustrasi: Domba kecil akan cenderung menyimpang dari kawanan, sehingga gembala akan mematahkan kaki domba kecil. Selama kaki domba kecil tersebut sakit, ia akan digendong oleh gembala. Sehingga domba menjadi sekat dengan si gembala. Domba tidak ingin lagi jauh dari gemabalanya.Maz 51 ditulis oleh Daud dimana ia mengaku dosa. Ketika kita berdosa, kita mungkin saja masuk dalam siklus penyesalan dosa. Dimana kita merasa bersalah, menyesal karean dosa yang telah kita perbuat karean tidak mau taat kepada Firman Tuhan. Kita terus menyesal dan merasa bersalah, sehingga kita hidup dalam siklus penyesalan dosa. Siklus penyesalan ini dapat dipakai iblis untuk menghalangi kita melihat masa depan. Namun, memvisualisasikan Firman Tuhan akan membantu kita melihat konsekuensi dosa. Akibat dari dosa tersebut adalah kematian. Yesus mati karena dosa-dosa kita. Namun kita juga harus bertobat.Langkah-langkah dari pertobatan:1. Dosaku menyebabkan kematian pada Yesus2. Berdoa mengucp syukur3. Minta Roh Kudus bekerja penuh kuasa dalam hidup kita
  4. Personalisasikan Firman Tuhan, menghidupi Firman Tuhan dan memperkatakan Firman Tuhan dengan kata ganti “Aku”, “Punyaku”. buat Firman itu nyata dalam hidup kita.

Keempat hal tersebut merupakan meditasi. Meditasi adalah merenungkan Firman Tuhan (Maz 1:2-3, Yos 1:8. 1 Tim 4:15) dengan membaca, menghafal, dan membayangkan serta mempersonifikasikan Firman Tuhan. Domba adalah hewan yang memamah biak, ia akan memuntahkan rumput yang dimakannya agar dapat dicernanya. Kita seringkali disamakan dengan domba. Maka, renungkan lah Firman Tuhan, memamahbiakkan Firman Tuhan. Dan dapat dimulai dengan:

  1. Pilih bagian Alkitab yang bermakna khusus seperti Roma 6, Matius 5-7
  2. Memberikan pada Tuhan satu yang yang menjadi milikNya, satu hari dalam seminggu yang menjadi milikNya
  3. Mulai hari pada petang hari. Kenapa? Orang Yahudi memulai hari pada petang hari. Malam hari sebelum tidur renungkan Firman Tuhan. Pikiran paling penting tersimpan ketika kita tidur dan tersimpan dalam alam bawah sadar.

Firman Tuhan adalah bahasa Tuhan. ketika berbicara pada raja, kita berbicara dengan bahasa raja. Ketika berbicara pada Tuhan gunakanlah bahasa Tuahn yakni Firman Tuhan. Dengan demikian, apakah kita

  1. Mau menjadikan Firman Tuhan sebagai pusat dari kehidupan kita?
  2. Meminta orang lain untuk mengecek Firman Tuhan yang kita hafalkan. karena tanpa ada orang lain yang mengawasi dan mengecek, kita tidak akan muali menghafalkan
  3. Memberikan diri menjadi orang yang mengecek sesama yang menghafalkan Firman Tuhan

Tuhan berkati.

 

One comment

  1. Bersiap untuk tubuh, jiwa, dan roh kita untuk diisi dengan nutrisi kebenaran Firman Tuhan yang menyehatkan, menyegarkan, dan menghidupi. Terima kasih untuk renungan Firman Tuhan yang sangat memberkati.. God bless

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *