To Make Him Known

Posted by
Resume Khotbah

To Make Him Known
Bang Richard
23 Oktober 2015

Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. – 1 Yohanes 1:3

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” – Roma 10:14-15

Kekristenan adalah suatu hal yang luar biasa. Dalam Kristus, kita sudah di selamatkan dan bisa terlepas dari kematian kekal alias neraka. Tetapi, kekristenan tidak berhenti di mendapatkan keselamatan saja, melainkan kekristenan berlanjut pada kelahiran baru yang didasari oleh kedatangan Roh Kudus di hidup kita. Kelahiran baru itu merupakan transformasi hidup dari kehidupan lama yang penuh dosa ke kehidupan baru yang mengejar kekudusan. Advantage itu bukan berarti membebaskan kita dari tugas.

Kekristenan bukan hanya tentang diri kita sendiri melainkan juga untuk orang lain. Kita tidak boleh duduk diam dan menutup mata akan keberadaan jiwa-jiwa yang belum diselamatkan, dan bahkan tidak boleh menutup mata kita pada keadaan orang yang tahu Kristus, tetapi belum mengenal Kristus.

Tugas itu didukung oleh Ef 2:10,

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Eph 2:10 ITB)

Sebagai muridnya, kita perlu melakukan amanat agungnya yang terdapat di Matius 28. Dan bahkan, seharusnya penginjilan dan bersaksi sudah menjadi DNA kita. Jika banyak yang mengatakan dirinya mengasihi Allah tetapi dia tidak melakukan amanatnya, kasihnya itu dapat dipertanyakan.

Setelah pembicaraan di atas, pembicara memberikan beberapa step awal dalam kehidupan bersaksi dan penginjilan. Hal tersebut yaitu:

Pertobatan yang sejati (Mzm 51:16)

Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! (Psa 51:16 ITB)

Dalam bersaksi, pertama-tama, kita harus mengalami kehancuran hati akan dosa-dosa kita. Tidak mungkin seorang buta menuntun sesamanya. Sebenarnya, bukan kitalah yang membuat perasaan itu tetapi, Roh Kudus-lah yang mengubah hati kita.

Ada beberapa tokoh di Alkitab yang menyadari dosanya dan menjadi orang yang sangat berkobar untuk bersaksi. Yesaya pun juga mengalami hal yang sama. Pada awalnya, dia malu bertemu Tuhan karena dosanya tetapi, seteah itu, dia menjadi seorang yang sangat antusias dalam Tuhan, “ini aku, utuslah aku” katanya.

Keselamatan yang pasti

Sebagai orang Kristen, kita mungkin pernah terintimidasi oleh perkataan iblis. Hal itu terjadi karena kita melakukan suatu dosa dan Iblis memakai hal itu untuk mengintimidasi kita. Sayangnya, banyak orang yang jatuh pada intimidasi iblis tersebut. Mereka menjadi takut dan goyah dalam iman mereka, apakah mereka akan masuk surge atau neraka. Jika bahkan seorang yang akan melaksanakan penginjilan dan bersaksi tidak yakin secara pasti akan keselamatannya, terlebih lagi ia akan ragu untuk membimbing orang lain kepada keselamatan yang bahkan dia tidak yakin akan hal tersebut.

Untungnya, Tuhan memberi jaminan pada kita dalam Yohanes 10:28-29

dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. – (Joh 10:28-29 ITB)

Akan tetapi, kita tidak boleh memakai jaminan ini untuk melakukan dosa, karena jika kita membodohi Tuhan, sebenarnya kita tidak lebih pantas untuk menerima keselamatan itu daripada mereka yang ragu

Penuh dengan kuasa ilahi

Setelah hati kita sudah diubah oleh Roh Kudus dan kita yakin akan keselamatan kita maka saat itulah kita mendapat kuasa untuk melakukan perkara besar yaitu bersaksi.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. (Act 1:8 ITB)

Pada saat itu, kita juga mendapat karya Roh Kudus yang lain yang dapat mendukung kita dalam bersaksi dan melakukan penginjilan:

  • Memimpin, mendorong, mengarahkan (Roma 8:14)
  • Memuliakan Kristus (Yohanes 15:26, Efesus 1:17)
  • Meneguhkan kepastian keselamatan (Roma 8:13-16, 1 Yoh 4:13)
  • Membangkitkan keberanian (Kisah Para Rasul 4:7-22)
  • Menganugerahkan kuasa proklamasi (1 Kor 2:4-5, 1 Tes 1:5)
  • Menumbuhkan buah Roh, yaitu Kasih (Galatia 5:22-23)
  • Menganugerahkan kelahiran baru (Yohanes 3:5-8)

Kasih akan Allah dan jiwa-jiwa

Jika Roh Tuhan mengisi hati kita, hati kita pun akan terbeban untuk apa yang membebani hatinya. Terdapat suatu ayat yang menunjukkan betapa rindunya Tuhan akan pertobatan orang yang belum percaya.

Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? (Eze 18:23 ITB)

Bukan hanya itu, Yesus bahkan mengimplikasikan apa yang perlu diperbuat oleh orang yang mengasihi Tuhan yaitu saat Dia bertanya pada Simon

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Joh 21:17 ITB)

Merenungkan kasih Tuhan

Penginjilan dan bersaksi seharusnya tidak menjadi beban bagi kita. Penginjilan dan bersaksi seharusnya menjadi suatu kebiasaan yang normal. Kenapa? Karena kita sudah terlebih dahulu dikasihi Tuhan

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. (1Jo 4:19 ITB)

Jika kita mengasihi orang lain, seharusnya kita merasa iba dan hancur hati melihat orang yang belum menerima keselamatan dan lebih parahnya akan jatuh ke dalam lubang neraka.

Epilog

Sebagai seorang Kristen, Penginjilan dan bersaksi seharusnya menjadi kewajiban yang menyenangkan. Bahkan hal tersebut tertulis di amanat agung. Jika dosen kita memberi kita PR dan kita langsung mengerjakannya, bukankah Tuhan jauh lebih penting dari dosen? Jika kita merasa takut jikalau penginjilan dan kesaksian kita ditolak, bukan itu yang penting. Pertobatan datang dari Roh Kudus, tugas kita hanya menyampaikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *