Resume Khotbah 11 September 2015: Jesus Be The Center

Tema : Esensi Pemuridan

 Jargon : Jesus Be The Center

 Pembicara : Pdt. Marietta

PEMURIDAN berasal dari kata murid yang berarti Penuntut Ilmu / Pembelajar

Kebenaran pertama yang bisa ditemukan dari kata pemuridan adalah di dalam pemuridan ada proses belajar dan mengajar. Ketika kita dimuridkan, kita sedang belajar. Kita bisa membayangkan / menganalogikan hal ini seperti saat berada di ruang kuliah. Ada yang mengajar, ada yang diajar dan ADA YANG DIAJARKAN (bukan hanya pengajaran kosong belaka). Kita berstatus penuntut ilmu karena ada sesuatu yang akan dipelajari.

Pondasi & dasar alkitabiahnya adalah MATIUS 28 : 19-20 (Amanat Agung). Ada beberapa poin menarik di bagian ini yang menjelaskan mengapa kita harus mengalami dan menjalankan pemuridan. Kata perintah yang terdapat di dalam bagian tersebut sangat sederhana tetapi maknanya sangat luar biasa. Banyak orang di luar sana hanya menjadi pengikut tanpa menjadi murid Kristus. Orang-orang tersebut tidak pernah memberi dirinya untuk diajari dan diisi pengetahuan tentang yang diikutinya. Pengikut Yesus berarti kita belajar tentang Yesus. Buktinya bisa dilihat bahwa banyak orang di luar sana bahkan tidak mengerti arti Keselamatan sehingga hanya perkataannya saja mengatakan bahwa Yesus adalah Juruselamat tetapi tidak pernah menghidupi Kejuruselamatannya Yesus. Sebagai murid Yesus, kita juga seharusnya mampu meletakkan diri di berbagai situasi.

Coba kita sandingkan kata “murid” dengan “anggota kelompok kecil”. Apakah murid sama dengan anggota kelompok kecil? Kita coba membedah terlebih dahulu dari sisi anggota kelompok kecil. Dalam sebuah kelompok kecil, terdapat nama-nama yang mengikuti kelompok tersebut. Setiap anggota kelompok wajib mengikuti program kelompok kecil. Dalam kelompok kecil juga terdapat KOMITMEN untuk dapat bertumbuh bersama. Lalu apa yang membedakan kelompok kecil dengan kelompok-kelompok lain, contohnya seperti klub renang? Di dalam sebuah klub renang, kita juga bisa menemukan nama-nama anggotanya, kewajiban mengikut program-program yang ada, bahkan dituntut memiliki komitmen untuk dapat bertumbuh. Lalu di mana letak perbedaanya? Apakah kedua hal tersebut sama? Apakah kata murid di dua tempat tersebut sama? Sama sekali TIDAK SAMA.

Seorang MURID adalah seorang yang belajar untuk hidup seperti bagaimana gurunya hidup. Tidak ada pemuridan tanpa sebuah teladan. Kita harus bangga ketika adik-adik PA kita bisa menirukan hal baik dari diri kita, itu berarti kita berhasil memimpin mereka. Kepemimpinan sendiri adalah seorang pengaruh yang memberikan dampak, bukan soal seberapa piawai kita berbicara. MURID juga seharusnya perlahan-lahan mengajar orang lain untuk hidup seperti gurunya hidup. 1 KORINTUS 11 : 1 “Jadilah pengikutku seperti aku mengikut Kristus”. Jika kita memuridkan, pelan tapi pasti orang yg kita muridkan mengikuti kita dalam hal karakter dan pengetahuan hingga termotivasi menularkannya pada orang lain.

Pemuridan bukanlah penyampaian pengetahuan / informasi saja. PEMURIDAN ADALAH SEBUAH PENYAMPAIAN KEHIDUPAN (YOHANES 6 : 33). Kita harus menuntut dalam sebuah pemuridan adanya teladan kehidupan. Pemuridan itu lebih dari sekedar tahu apa yang diketahui oleh sang guru. Ketika kita dimuridkan, kita sedang siap untuk menjadi suatu tiruan dari yang memuridkan, dari sang guru.

Peristiwa Yesus membasuh kaki murid-muridNya menjadi salah satu tindakan pemuridan yang Yesus lakukan. Yesus sedang menunjukkan seperti apa seorang guru itu. Dia sedang mengajarkan kepada murid-muridNya “Jadilah seperti Aku”. Yesus memberikan contoh agar murid-muridNya melakukan seperti yang Yesus lakukan. Yesus sedang membuat para muridNya menjadi seperti diriNya. Maka, TIDAK ADA PELAYANAN TANPA PEMURIDAN & TIDAK ADA PEMURIDAN TANPA PELAYANAN!

Pemuridan adalah komitmen seumur hidup terhadap sebuah gaya hidup. Jangan bangga kalau kita adalah seorang Kristen. Kekristenan bukanlah sebuah agama, tetapi soal gaya hidup. Kita sedang dipersiapkan untuk sebuah gaya hidup khusus lebih dari pada pekerjaan khusus.

ESENSInya adalah keberanian untuk meresponi panggilan Yesus untuk mengikuti Dia, meninggalkan semua gaya hidup lama atau nilai-nilai hidup kita sebelumnya. MARKUS 1:17, Ketika Yesus mengajak untuk menjadi penjala manusia, murid-muridnya itu dengan berani rela meletakkan masa lalu mereka. Jangan sampai masa lalu menghambat pertumbuhan rohani kita. Kebiasaan dunia adalah melempar segala kesalahan kita ke muka kita tetapi kebiasaan Allah adalah tidak pernah memperhitungkan segala dosa kita ketika kita dipanggilNya. Jangan pernah kita juga menyia-nyiakan kesempatan untuk pemuridan. HOSEA 4 : 6, yang mengikut Tuhan BELUM TENTU mengenal Tuhan.

Pemuridan Adalah Teladan Yesus Kristus Kepada Setiap Orang Percaya.

Seseorang tidak akan pernah menjadi pengikut Yesus tanpa menjadi murid atau berkomitmen pada pemuridan. Menjadi seorang pengikut Kristus berarti Hidup mengikut Yesus. Murid Yesus ketika memandang orang tidak lagi matanya yang memandang, melainkan mata Kristus yang memandang sehingga ketika berbenturan dengan kekurangan orang tersebut kita mampu menerimanya karena sebelumnya ada penerimaan oleh Kristus.

Ada 3 hal yang mau dicapai dari sebuah pemuridan (Kedewasaan Rohani) :

  • Pengetahuan (Efesus 4 : 13-14, Kolose 3 : 10)
  • Karakter (2 Korintus 3 : 18, Filipi 2 : 5)
  • Keterampilan (2 Timotius 2 : 2)

Tuhan tidak menyuruh kita memuridkan orang mati-matian, tetapi Dia ingin kita memuridkan orang dengan sepenuh hati.

Tujuan pemuridan adalah mendorong pertumbuhan iman seseorang dengan sasaran kedewasaan rohani sehingga melahirkan buah-buah dan anak-anak rohani.

Sudahkah dimuridkan? Sudahkah mengalami pemuridan? Selagi ada waktu dan kesempatan jangan sia-siakan sebab umat Tuhan binasa karena tak mengenal Tuhan dan menolak pengenalan akan Tuhan!

Rekaman Khotbah selengkapnya : http://vocaroo.com/i/s0c7X46EVYJp

Terima kasih, Tuhan memberkati!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *