Resume Khotbah 4 September 2015: Gathering of Disciples

Tema : Persekutuan

Jargon : GOD (Gathering of Disciples)

Pembicara : Bang Jonry

 

Persekutuan

  • Ayat Emas : Kisah Para Rasul 2:46-47 – “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”

 

  • Ayat pendukung : Ibrani 10:24-25 – “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

 

Kenapa kita perlu bersekutu ? Mengikut Tuhan adalah sebuah panggilan. Allah memanggil  kita tetapi Ia tidak pernah memaksa. Maka, mengikut Tuhan pun adalah sebuah pilihan dan tentunya ada suatu konsekuensi logis yang wajib, salah satunya adalah persekutuan. Dalam bahasa Yunani ada kata episunago yang berasal dari kata epi dan sunago. Sunago berasal dari kata sun yang artinya satu. Persekutuan adalah satu. Satu bukan berarti sama karena manusia memang berbeda-beda. Satu ini berarti satu dalam Kristus dimana Ia menjadi pusat. Sebelum kita bersatu, kita harus pisah dulu dengan dosa. Ketika kita mengikut Tuhan kita harus siap berpisah dengan dosa kita dan dunia. Dunia yang dimaksud disini adalah sistem kehidupan manusia yang rusak karena dosa sehingga memberontak kepada Allah. Kita harus menjadi terang di dalam dunia ini dan terang pasti terlihat sehingga begitu pula tindakan kita harus berbeda dari tindakan-tindakan dunia.

 

Dalam 1 Timotius 6:6 – “memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.” Persekutuan harus memberikan rasa cukup. Dalam persekutuan terdapat pembelajaran Firman serta pujian dan penyembahan. Bagaimana merasa cukup ? Dalam 2 Timotius 3:16 tertulis “segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Harus ada hal ini dalam suatu persekutuan sehingga kita bisa merasa cukup. Dalam suatu persekutuan, lumrah jika terjadi ‘gesekan’, tetapi Allah berkata jangan menghindari pertemuan-pertemuan ibadah kita karena memang manusia akan menajamkan sesamanya. Di dalam persekutuan, kita harus saling menasihati dan menguatkan. Pertemuan harus ada kontak fisik, maksudnya pertemuan secara langsung. Mendekati hari Tuhan yang semakin dekat, kita harus semakin giat dan semakin bersekutu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *