Jangan Melihat ke Belakang

Setiap orang pernah mengalami kegagalan atau kesalahan di masa lalu. Mungkin kita menyesal dengan kesalahan yang kita buat dan berharap bisa mengulang waktu. Akan tetapi, untuk meraih kesuksesan, kita perlu belajar dari masa lalu dan menghargai pelajaran yang sulit di masa lalu. Jangan meratapi susu yang tumpah selama masih ada sapi untuk diperah.

Mulailah melangkah maju dan melakukan hal yang lebih baik, mengambil keputusan-keputusan dengan lebih bijak dengan belajar dari kegagalan sebelumnya. Seperti yang dikatakan Filipi 3:13-14 : “aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Jangan biarkan apa yang tidak bisa Anda lakukan menghentikan apa yang bisa Anda lakukan

-John Wooden-

Orang yang menang bukanlah orang yang tidak pernah jatuh tetapi orang yang selalu bangkit tiap kali jatuh. Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali (Amsal 24:16). Kita bisa memulainya dengan bersikap proaktif dan bukan sebaliknya, reaktif.

bahasa reaktif

bahasa proaktif

  • aku coba deh
  • aku memang begitu kok
  • aku tidak bisa berbuat apa-apa
  • aku terpaksa
  • aku tidak bisa
  • kamu merusak hariku
  • akan kukerjakan
  • seharusnya aku lebih baik daripada itu
  • yuk kita pelajari kemungkinan-kemungkinannya
  • aku memilihnya
  • pasti ada jalan
  • takkan kubiarkan suasana hatimu yang jelek itu menular kepadaku

Orang yang tidak pernah melakukan kesalahan adalah orang yang tidak pernah mengerjakan apapun

-Theodore Roosevelt-

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *