Jumatan PMK ITB
14 September 2012
Pembicara : Parlin Sianipar

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. — Ibrani 11:1–2

Analoginya seperti ini, dahulu orang percaya bumi itu datar. Namun, dilakukan ekspedisi penjelajahan bumi yang kemudian membuktikan kalau bumi itu bulat dan kemudian orang-orang baru percaya sampai saat ini. Bagaimana kita berbeda dengan orang lain? Kalau kita tidak percaya bahwa sesuatu akan terjadi, maka hal tersebut benar tidak akan terjadi. Ketika kita beriman bahwa akan ada sesuatu yang besar pasti terjadi, maka benar akan terjadi. Hal tersebut mungkin tidak masuk dalam logika manusia, namun Tuhan tidak terbatas dan mampu membuat segala sesuatunya terjadi.

Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan–dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. — Ibrani 11:7

Nuh bertahan dalam panggilan walaupun terus disindir orang. Tuhan berbicara kepada Nuh kalau dunia sudah rusak oleh dosa. Nuh kemudian diperintahkan untuk membuat bahtera, namun 100 tahun kemudian barulah bahtera itu digunakannya untuk mengapung di atas air bah. Di masa penantian 100 tahun itu, Nuh dicemooh tetapi dia terus percaya saja. Dia percaya apa yang Tuhan katakana akan benar terjadi. Nuh juga dalam 100 tahun itu sudah memberitahu orang lain untuk bertobat, namun tidak didengar. Itulah iman Nuh.

Kalau kita percaya Tuhan ada, hidup kita akan sia-sia ketika kita hanya mencari hal yang tidak kekal. Ketika kita dicemooh, jangan takut dan tetap percaya karena Tuhan akan menunjukkan kebesarannya.

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. — Ibrani 11:8

Iman bagi Abraham adalah meninggalkan masa lalu. Dia meninggalkan apapun yang ada di masa lalu dan membiarkan Tuhan menuntunnya. Janji tuhan kita tidak perlu takut karena Tuhan telah  merancang dan merencanakan hidup kita.

Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja. Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka. — Ibrani 11:23–28

Iman bagi Musa adalah berani membayar harga. Musa dibesarkan di Mesir dan hidup dalam kekayaan kerajaan. Namun, dia dipanggil Tuhan untuk membebaskan orang Israel. Diapun memutuskan untuk  meninggalkan kehidupannya di Mesir karena ada kekayaan yang lebih besar, yaitu hidup kekal. Berapa harga yang kita mau bayar untuk hidup kekal? Musa melihat itu dan menghargainya, dia mengetahui bagiannya bersama Tuhan.

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. — Ibrani 11:6

Bagaimana kita menyenangkan hati Tuhan? Ibrani 11:6 berkata bahwa tanpa iman orang tidak mungkin berkenan kepada Allah. Jelas bahwa ketika kita mempunyai iman maka hati Tuhan disenangkan.  Oleh karena itu, lakukanlah segala sesuatu dengan iman agar itu berkenan dihadapan Tuhan. Setiap hal yang dilakukan tanpa iman tidak berkenan kepada Tuhan. Belajar, makan, berdoalah dengan iman, Tuhan akan memberkati semuanya.

Ketika kita mempunyai iman, kita akan berbeda dan berani menjawab segala intimidasi dunia. Kita akan berani melakukan apa yang orang lain takut melakukannya. Tuhan memberkati. (ESC)

Mari Berjalan dengan Iman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *