1 Korintus 1: 17

Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib kristus tidak menjadi sia sia.

Ketika Yesus naik ke sorga, Ia memberikan amanat agung-Nya kepada kita (Mat 28: 19-20). Kita diperintahkan-Nya untuk menjadikan semua bangsa dan murid-Nya. Perintah ini diberikan atas otoritas, ide, dan juga penyertaan Allah. Sudahkah kita menjalani perintah untuk menyebarkan injil ini?

Sebelumnya, apakah injil itu? Injil-yang berasal dari kata evangelion-adalah kabar baik, yang menyatakan bahwa di dalam Kristus ada keselamatan, pengampunan dosa, pendamaian dengan Allah, kita dijadikan anak Allah, dan disucikan. Kita, yang telah mengetahui injil, tahu jalan keselamatan. Sedangkan masih banyak orang yang belum mendengar kabar baik ini, yang belum mendengar jalan keselamatan. Karena itulah, kita, yang telah dipilih oleh Allah sendiri untuk menerima kabar baik ini, harus memberitakan injil kepada seluruh dunia.

Jadi, mengapakah kita harus menyebarkan injil?

  1. Kristus memerintahkannya| Kristus memberi perintah untuk memuridkan semua bangsa pada amanat agungnya. Dengan mengajarkan injil, berarti kita telah mengikuti perintah-Nya, dan menjadi bukti ketaatan kita kepada-Nya. Ketaatan kepada-Nya adalah bukti kasih kita kepada Tuhan.
  2. Sudah banyak teladan | Sudah banyak yang menjadi pemberita injil, dari Yesus sendiri, murid murid-Nya dan para rasul yang hidupnya harus kita teladani.
  3. Tanpa injil manusia binasa | Yesus adalah satu satunya jalan kebenaran dan hidup. Tanpa-Nya manusia tidak ada jalan kepada bapa di surga (Yoh 14:6). Semua manusia berdosa dan berada di bawah penghakiman Allah. Karena itu, kita harus menyebarkan injil, supaya manusia tidak binasa.
  4. Bukti kasih dan ketaatan kita (Yoh 14:21) | Bukti kasih kita kepada Allah adalah kita harus menaati semua firman dan perintah-Nya, termasuk penyebaran injil.
  5. Allah mengkehendaki agar semua tidak ada yang binasa (2 Petrus 3:9)
  6. Semua manusia butuh keselamatan
  7. Kita telah menerima kuasa (Kis 1:8) | Kita telah dianugerahi kuasa untuk menerima dan memberitakan injil oleh Tuhan, karena itu kita harus menggunakan anugerah tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan.

Lantas, bagaimana caranya?

  1. Sinergi (Kel 17) | Semudah apapun penginjilan, bila dimulai sendirian akan terasa sulit pada akhirnya bila kita tidak bersinergi atau bekerja sama dengan orang lain.
  2. Presensia | Penginjilan tak dapat dilakukan bila kita sendiri tidak melakukan perintah perintah Allah. Kehadiran kita sebagai garam dan terang dunia dalam dunia yang gelap ini menjadi contoh bagi orang lain dan menjadi penginjilan bagi mereka yang melihat kita.
  3. Persuasi (1 Kor 9:19-23)
  4. Proklamasi (Roma 10:14, 15, 17)
  5. Dialog (Yoh 4)

Setelah Tuhan memberikan perintah-Nya, mengapa masih banyak yang tidak memberitakan injil?

  1. Tidak tahu | Banyak orang yang tidak menyebarkan injil karena tidak tahu bagaimana memulainya, apa yang harus diajarkan, tanggung jawab, masalah dan prioritas dari pengajaran injil.
  2. Takut | Banyak pula orang yang takut menyebarkan injil. Beberapa takut dicela dan dijauhi. Ada yang takut salah. Ada juga yang takut dianggap tidak bertoleransi dan tidak menghargai orang lain.
  3. Tidak Mau | Banyak orang yang tidak mau menyebarkan injil karena tidak mau. Ada yang merasa itu bukan urusan mereka. Ada yang merasa mereka belum sempurna atau mereka terlalu sibuk untuk mengajarkan injil.
  4. Tidak mengalami pengalaman hidup yang berkemenangan.

Tetapi, meskipun semua itu beralasan, kita tahu Tuhan adalah otoritas yang selalu menyertai kita dalam penginjilan. Karena itu, mengapa kita menolak mengabarkan injil? Mari kita menjadi pembawa kabar baik di dunia ini dengan penyertaan Allah.

Evangeneer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *