Lanjut, Gan!

Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.
-Mazmur 78:3-4-

Ada yang berbeda dalam kebaktian Jumatan minggu ini. Pengurus baru PMK ITB naik mimbar, menggantikan para pengurus lama yang telah berkarya selama kurang lebih satu tahun. Hal ini menunjukkan bahwa PMK ITB pun melakukan regenerasi. Sesungguhnya, apakah regenerasi itu?

Regenerasi adalah doa dan upaya mencari dan melatih orang-orang yang akan melanjutkan dan meneruskan. Dalam hal ini, visi hiduplah yang hendak diteruskan, karena visi hidup memuat goal hidup yang mau dicapai. Visi bertindak sebagai kompas dalam proses kehidupan seseorang. Berkaitan dengan regenerasi pengurus PMK kali ini, visi PMK yang termuat dalam Yesaya 61:3b-4 hendak diteruskan kepada generasi selanjutnya. Visi PMK ini merupakan visi jangka panjang, sehingga perlu regenerasi untuk mewujudkannya.

Ada tiga faktor dalam regenerasi: kepemimpinan, perilaku, dan pesan. Ketiga faktor ini tercermin di dalam pelaksanaan organisasi, ajaran, dan hati. Sedangkan prinsip regenerasi ialah mengikuti dan meneladani Yesus Kristus. Prinsip ini termuat dalam I Korintus 11:1 dan Matius 5:16. Dalam Ulangan 6:1-9 dikatakan bahwa kita harus mengajarkan pada anak cucu kita untuk takut kepada Tuhan dan mengasihi Dia. Begitu pula dikatakan dalam Yosua 24:14-15, kita diajarkan untuk takut pada Tuhan dan beribadah kepada-Nya.

Pemimpin yang baik haruslah memiliki visi yang baik dan tentu saja mengetahui cara mencapainya. Tetapi, ada juga tugas lain yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Yaitu menyiapkan seorang pengganti untuk meneruskan visi tersebut ke generasi selanjutnya. Walaupun visinya baik dan semua program terlaksana dengan sempurna, seorang pemimpin tidak dapat dikatakan berhasil jika tidak mampu melakukan regenerasi.

Dan kepada orang-orang Kristen, Yesus telah mewarisi visi hidup bagi kita sebelum Ia naik ke sorga. Matius 28:19-20: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Sanggupkah kita melaksanakan visi itu? Mampukah kita menjawab panggilan ini seperti Paulus yang berkata dalam Kisah Para Rasul 20:24? “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” Semoga Allah menguatkan kita dalam menjalani visi hidup dan pelayanan kita, hingga pada akhirnya seluruh dunia penuh dengan terang kasih Allah.

Tuhan memberkati. 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *