Divisi Doa

Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. – Yehezkiel 22:30

Untuk mempertahankan suatu bangsa dari serangan musuh diperlukan adanya tembok yang membentengi. Demikianlah tembok merupakan batas terluar dan tolok ukur kemenangan atau kejayaan suatu bangsa. Bila ada kerajaan atau daerah yang temboknya lemah maka tentu daerah akan segera ditaklukkan oleh musuh.

Pada zaman Yehezkiel, bangsa Israel sungguh jauh dari Tuhan dan itu mengecewakan Tuhan. Tuhan ingin ada yang berdiri dan mempertahankan negeri itu dengan membangun tembok. Hal yang sama berlaku atas kampus kita, ketika kita lihat bagaimana orang-orang tidak mengenal siapa Allah yang benar maka tentulah Tuhan akan sedih. Untuk itu, PMK perlu orang yang mau berdiri untuk mulai membangun tembok atau benteng penjagaan yang digunakan untuk menghalau musuh. Orang tersebut merupakan pendoa-pendoa syafaat yang bersedia membela tanahnya di hadapan Tuhan.

Menjadi divisi doa tidak hanya menjadi orang yang bertugas doa di Jumatan PMK ataupun PD Rabu, tetapi orang-orang yang rindu kampusnya dimenangkan dan mau menghancurkan pekerjaan iblis di kampus. Ini bukan masalah program kerja atau pun jadwal, melainkan merupakan sikap untuk terus menerus teguh dalam doa-doa baik secara bersama maupun pribadi untuk melihat pekerjaan Tuhan nyata atas kampus ITB, hingga akhirnya nama Tuhan terdengar dan dimuliakan di seluruh penjuru kampus.

Divisi doa bekerja seperti penjaga yang terus menerus berjaga layaknya penjaga pengawas kota. Ada giliran jaga atau dengan kata lain ada giliran untuk berdoa syafaat pribadi untuk orang-orang agar mengenal Tuhan, pintu-pintu penginjilan dibuka, kebangunan rohani di kampus, menjaga jemaat, dan menghalau pekerjaan jahat untuk merampas firman. Kemudian tim doa perlu mengadakan pertemuan untuk saling menguatkan dan berbagi mengenai hal-hal yang didapatkan dalam doa.

Program kerja yang selama ini dilakukan oleh divisi doa adalah:

PD Rabu

PD Rabu adalah kegiatan mingguan sebagai sarana bersekutu selain Jumatan. Di kegiatan ini, jemaat datang untuk berbagi kesaksian—jemaat lebih banyak memberi kesaksian di PD Rabu daripada di Jumatan, berbagi cerita dan masalah, serta saling mendoakan di akhir kegiatan.

Tugas divisi doa adalah memastikan kesiapan PJ dan pemain musik, serta menutup PD Rabu dengan doa bersama.

Doa Syafaat Jumatan

Di setiap Jumatan, divisi doa mengirimkan satu wakilnya untuk memimpin doa syafaat.

Ruang Doa

Kegiatan ini biasanya dilakukan pada hari Sabtu pagi. Pada kegiatan ini divisi doa sharing pergumulan pribadi, berkat, ataupun firman kemudian berdoa syafaat untuk kampus, jemaat, dan memuji Tuhan.

Bagi kalian yang terbeban untuk menjadi menara doa, atau memiliki pergumulan dan rindu untuk didoakan, atau sekadar mau nge-chill bareng koordiv Doa, silakan hubungi:

Koordinator Divisi

Albert (AE ’15)
0838 3314 4216