Resume Khotbah 28 November 2014: Penginjilan

Posted by

Pembicara : Henry Panggabean
Ayat tema : 1 Korintus 9 : 16 – “Karna jika aku memberitakan injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”
Memberitakan Injil merupakan suatu keharusan bagi orang yang telah menerima Kristus dalam dirinya dan telah lahir baru. Lalu, bagaimanakah ciri-ciri orang yang telah baru? ciri-ciri orang yang telah lahir baru diantaranya adalah adanya kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan (dengan membaca FT dan berdoa), adanya perubahan/pertobatan dalam hidup,serta adanya kepedulian terhadap keselamatan orang lain, dan masih banyak lagi. Jika kita sudah lahir baru,perasaan peduli terhadap keselamatan orang lain pasti tumbuh dalam hati kita. Dan salah satu cara untuk menyelamatkan teman,keluarga, saudara kita yang belum selamat adalah dengan menginjili mereka. Untuk menginjili seseorang tidak harus menjalani prosedur yang panjang dan terorganisir, kita dapat menginjili dengan cara kita sendiri. Cara dalam mengijili bisa berbeda-beda satu orang dengan yang lainnya asalkan prinsipnya sama yaitu untuk mengenalkan mereka akan keselamatan yang telah ditebus oleh darah Kristus.
Dalam menginjili, kita tidak harus langsung pergi ke desa-desa atau pelosok-pelosok dan menginjili disana, kita dapat memulai dari memberitakan Injil kepada keluarga kita, teman-teman, saudara, dan orang-orang disekitar kita yang belum mengenal Tuhan. Dalam Kis 16 : 30 – 33 dikatakan bahwa Tuhan berjanji jikalau kita percaya kepada dia maka kita dan seisi rumah kita (keluarga kita) akan selamat. Tetapi Tuhan juga memberi kewajiban kepada kita untuk memberitakan firman-Nya kepada seisi rumah kita melalui kesaksian dan perubahan dalam hidup kita agar Injil kita tidak ditolak. Oleh karna itu, sebelum memberitakan Injil, kita harus mengetahui apakah kita sudah lahir baru atau belum.Salah satu alat ukur untuk menmeriksa apakah kita sudah lahir baru atau belum adalah pengetahuan kita mengenai keselamatan. Jikalau kita percaya bahwa kita diselamatkan karna perbuatan kita, maka kita sudah pasti belum lahir baru karna agama dan perbuatan kita tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita. Kita diselamatkan hanya karna kasih karunia Tuhan kepada kita. Religion doesn’t save human being, faith does. Kita harus menyadari hal ini sebelum bisa memberitakan Injil.
Dalam mewartakan Injil,manusia mendapati alasan umum untuk tidak bersaksi atau tidak menginjili. Dan alasannya dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Tidak tahu alasan mengapa harus memberitakan Injil
Sebenarnya, alasan kita harus menginjili adalah karna amanat agung yang diberikan Tuhan, selain itu jika kita sudah percaya dan menerima Tuhan didalam hidup kita, kita pasti terpanggil untuk bersaksi, panggilan itu bisa berasal dari mana saja, baik dari atas (dari Tuhan), dari bawah (orang-orang yang sudah terhukum, dari luar (dipanggil orang untuk bersaksi), maupun dari dalam (dari hati nurani)
2. Tidak tahu kepada siapa kita harus memberitakan injil
Pada dasarnya kita harus bersaksi kepada semua orang agar mereka dapat mengetahui kebenaran Firman Tuhan. Tapi hal ini dapat dimulai dari keluarga karena keluarga merupakan unit terkecil keselamatan yang diberi Tuhan (Kis 16 : 30 – 33). Setelah menginjili keluarga, kemudian mulai bersaksi terhadap lingkungan sekitar seperti teman kampus, saudara, hingga pada akhirnya sampai pada orang yang tidak kita kenal yang belum mendengar akan kebenaran Firman Tuhan.
3. Tidak tahu bagaimana cara memberitakan injil.
Dalam memberitakan injil,salah satu hal yang paling penting adalah kesaksian karena bersaksi merupakan jembatan bagi injil (Kis 26). Kesaksian dapat mencakup hal-hal berikut :
– Kehidupan sebelum bertemu Kristus
– Keadaan saat bertemu dengan Kristus
– Kehidupan setelah bertemu dengan Kristus
Setelah kita mengetahui alasan-alasan yang mengharuskan kita untuk memberitakan injil, kita juga harus mempunyai panggilan untuk berkomitmen dalam memberitakan injil. Tentu saja hal itu tidak akan mudah untuk dijalani karna kita akan menghabiskan banyak waktu dan enerji.Tapi ingatlah bahwa masih banyak orang di luar sana yang masih belum tahu mengenai kasih karunia Tuhan, bahkan di sekitar kita juga masih banyak. Oleh karena itu mari mulai membuat komitmen untuk memberitakan injil kepada orang yang belum mengenal Kristus
“Preach the gospel is not an option to be considered; It is a command to be obeyed”
Tuhan memberkati.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *