Resume Khotbah 31 Oktober 2014: Teman Hidup

Posted by

Tema : Teman Hidup
Jargon : Ada Apa dengan Cinta ?
Pembicara : Kak Sarah

Ayat Nas : 2 Korintus 6:14 – “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan ? atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap ?”
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam Kejadian 2:18 tertulis “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Kebutuhan mendasar manusia yaitu mengasihi dan dikasihi.
Dalam bahasa Yunani, Cinta dibagi menjadi 4 yaitu Storge, Phileo, Eros, dan Agape. Storge adalah kasih antar anggota keluarga. Phileo adalah kasih antara sahabat atau teman dekat. Eros adalah ketertarikan secara seksual diantara pria dan wanita. Sedangkan, Agape adalah kasih yang tanpa pamrih seperti kasih Tuhan Yesus terhadap kita. Secara keseluruhan cinta dapat diartikan sebagai pernyataan kasih yang paling mendalam. Cinta tidak sama dengan emosi, cinta bukan hanya apa yang dirasakan saja tapi cinta adalah perbuatan kita terhadap orang yang kita kasihi. Cinta tidak sama pula dengan seks. Seseorang yang melakukan hubungan seks berdosa terhadap dirinya sendiri. Terakhir, cinta tidak hanya sekedar dorongan untuk menyatu.
Cinta dapat juga dibedakan menjadi 2 yaitu cinta bebas dan cinta perjanjian. Secara singkat, cinta bebas berarti mengambil (to take), memberikan anda AIDS, dan membawa pada kehancuran. Sedangkan cinta perjanjian secara singkat berarti memberi (to give), memberikan cincin dan kebahagiaan sejati. Perlu ditanamkan kepada diri kita masing-masing bahwa pilihan kita akan memberikan konsekuensi masing-masing, karena itu kita harus berhati-hati karena bukan hal yang mustahil jika pada awal-awal, hubungan masih terjalin dengan baik sedangkan seiring berjalannya waktu hubungan menjadi tidak baik.
Pandangan yang benar tentang cinta menurut Firman Tuhan yaitu cinta berasal dari Allah dan begitu pula seks. Artinya adalah cinta dan seks berdasarkan pada sesuatu yang benar yaitu Firman Tuhan. Sebelum seseorang jatuh cinta hendaklah Ia memperhatikan beberapa hal seperti :
1. Tidak bahagia sendiri. Pacaran bukan untuk membuat diri sendiri bahagia tetapi bagaimana membuat orang yang dicintai menjadi bahagia.
2. Tidak hanya ingin dimengerti tetapi juga mengerti pasangannya.
Mencintai adalah suatu skill yang berarti bahwa mencintai membutuhkan proses dan harus ada suatu latihan untuk belajar memperhatikan sekitarnya dimana kita bertemu dengan banyak orang. Jika kita sudah memiliki orang yang kita suka, mulailah mendoakannya secara pribadi dan jangan berkomitmen dahulu karena hal tersebut riskan.
Dalam psikologi terdapat 5 bahasa cinta yaitu :
1. World of affirmation (kata-kata cinta)
2. Quality time (waktu berkualitas)
3. Receiving gifts (hadiah)
4. Act of service (melayani)
5. Physical touch (sentuhan)
Dalam bahasa Indonesia, pacar berarti bunga. Bunga-bunga yang berada di taman hidup dan mendapat suplai makanan dari sumbernya supaya menjadi indah dan siap dipetik pada waktunya. Begitu pula hal nya dengan cinta. Cinta membutuhkan kedewasaan (fisik, mental-emosi, rohani, sosial, dan ekonomi), waktu yang tepat, tempat yang tepat, pengertian yang tepat, penguasaan diri yang tepat, dan berpacaran dengan orang yang tepat (2 Korintus 6:14). Kita diingatkan pula untuk tidak menyimpan persoalan kita seorang diri. Pacaran yang benar harus bisa membuat kita untuk mengasihi Tuhan lebih lagi, mendorong kita untuk dapat bersaksi bagi Tuhan, memberi inspirasi untuk maju atau sukses, yakin bisa married, dapat memberi pengaruh positif bagi kehidupan kita maupun pasangan kita. Kita harus memiliki prinsip seperti ini: “saya suatu saat akan menikah tetapi orang yang sekarang sedang pacaran dengan saya bisa saja bukan orang yang akan menikah dengan saya. Things happen.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *