Resume Khotbah 10 November 2014: Gathering Pekerja PMK

Posted by

Tema : Bukan Sembarang Pekerja
Pembicara : Kak Erlin

Ayat Tema :
2 Korintus 8:4-5
“4 – Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
5 – Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan.Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.”

Apa perbedaan anggota PMK dan anggota organisasi lain? Mungkin sekilas, anggota PMK terlihat sama dengan anggota pada organisasi lain, tetapi ada hal yang membedakan keduanya, anggota pada organisasi biasa disebut sebagai organisator sedangkan anggota PMK disebut hamba atau bahkan budak. Hamba yang hati, pikiran dan kehendaknya milik Tuhan, hamba yang tidak hanya mengandalkan intelejensinya sendiri dan mau dibentuk dan diproses menjadi hamba kristus yang mencerminkan karakter kristus dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama seorang “hamba” dalam konteks di atas adalah berjumpa dengan Allah secara pribadi serta pertobatan dalam kehidupannya dapat disaksikan oleh orang lain.

Berbeda dengan gereja yang umumnya menjangkau orang-orang yang umurnya di atas 30 tahun, PMK lebih mudah untuk menjangkau anak-anak muda ( remaja-dewasa ). Banyak orang yang berpendapat bahwa PMK amatir dalam melayani karena pengurusnya adalah anak-anak muda yang masih berstatus mahasiswa, tetapi sesungguhnya PMK adalah salah satu cara yang Tuhan pakai sebagai tempat belajar anak-anaknya yang masih muda, mereka yang pada nantinya diharapkan dapat menjadi calon-calon pemimpin. Ketahuilah bahwa PMK sangat penting, dan generasi kita adalah generasi yang penting, bahkan “urgent”. Bagi anggota-anggotanya, tidak hanya dibutuhkan semangat, tapi juga roh yang kuat untuk melayani Tuhan, tidak hanya sampai lulus dari kuliahnya, tapi sampai suatu saat ketika kita bertemu kembali dengan Bapa yang menciptakan kita.

Dalam 2 Korintus 8 : 4-5 , ada beberapa hal yang Paulus sampaikan pada jemaat-jemaat di Korintus melalui suratnya, yaitu :
1. Kaya dan hebat bukan ukuran kesuksesan di mata Tuhan. Jemaat-jemaat di Korintus adalah jemaat yang jauh lebih kaya dan hebat jika dibandingkan dengan jemaat-jemaat di Macedonia, tetapi jemaat di Macedonia melayani dengan kasih, rasa syukur, hati yang rela untuk melayani Allah.
2. Jemaat Macedonia memiliki inisiatif untuk memuliakan Tuhan dan menjala manusia. Banyak dari kita yang berpikir bahwa kita masih terlalu muda dan tidak siap untuk melakukan hal hal tersebut, tapi ketahuilah bahwa ketika Tuhan berkehendak, maka siapapun bisa melakukannya, seperti Timothius, Daud dan Samuel yang umurnya masi relatif muda ( 12-16 tahun ).
3. Memiliki motivasi yang benar dalam melayani. Kita harus bersyukur dan mau memberikan hidup kita untuk Tuhan.
4. Memberi lebih banyak kepada Tuhan, dan membayar harga yang harus kita tanggung dalam melayani Tuhan. Seperti jemaat di Macedonia yang mau memberi dalam kekurangan mereka. Kita boleh menuntut ilmu, studi dan karier kita setinggi-tingginya, tapi harus BESERTA dengan Tuhan dalam prosesnya. Dalam melayani pun kita harus member diri, dan hati kita, BUKAN sebagai ajang aktualisasi diri, utamakan kerendahan hati, bukan show off ! Sempatkan diri untuk berdoa baik secara pribadi ataupun persekutuan, PMK tanpa doa adalah mati.
5. Bekerja sama dalam keterbatasan dan kekurangan, seperti jemaat di Makedonia.

Berikan diri kita untuk Tuhan walaupun banyak risiko dan tantangan yang akan kita hadapi. Percayalah bahwa sebagai pekerja yang “tidak biasa” kita akan melalui berbagai proses yang sulit, tetapi ingat, selama proses itu Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan pada akhirnya Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita : )

Terimakasih, Tuhan memberkati !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *