Resume Khotbah 17 Oktober 2014: Hal Berdoa

Posted by

Hal Berdoa Ayat Tema : Matius 6 : 5 -15

Pembicara: Royanto Napitupulu

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan,supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepad Bapamu yang ada di tempat bersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyanka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. karena itu berdoalah demikian :

Bapa kami yang di sorga,

Dikuduskanlah namaMu,

Datanglah Kerajaan-Mu,

jadilah kehendak-Mu

di bumi seperti di sorga,

Berikanlah kami pada hari ini

makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami,seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

[Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

 

Doa merupakan hal yang penting dalam kehidupan orang Kristen. Bahkan ada yang mengatakan bahwa doa merupakan kehidupan orang-orang percaya. Doa menjadi kehidupan orang-orang percaya karena beberapa alasan :

–          Doa merupakan cara orang-orang percaya untuk berkoneksi dan berkomunikasi dengan Tuhan dimana saat berdoa kita memanjatkan pujian, syukur, dan lain-lain.

–          Doa merupakan ciri khas orang Kristen (Lukas 11 : 1). Ciri khas ini berlaku bagi orang yang telah lahir baru secara rohani dalam Yesus dan mencari sosok sempurna (Tuhan) untuk menjadi teladan.

–          Regerenerasi energi secara spiritual (Markus 1:35).

Doa sendiri dibagi menjadi 2 yaitu doa agamawi dan doa sejati. Doa agamawi merupakan doa yang dilakukan berdasarkan kebiasaan namun belum tentu berasal dari dalam hati. Namun doa sejati merupakan doa timbul dari kesadaran hati manusia bahwa dia memerlukan Tuhan. Dasar dari pembedaan dari doa agamawi dan doa sejati adalah iman pada masing-masing manusia sehingga melakukan doa. Dan alangkah baiknya apabila manusia hanya melakukan doa sejati,karena dalam berdoa memerlukan sebuah kesungguhan yang berdari hati dan iman seorang manusia bukan kebiasaan yang dilakukan karena terus-menerus dilakukan.

Untuk mencapai titik dimana manusia bisa melakukan doa sejati diperlukan sebuah motivasi. Dalam Yakobus 5 : 16 tercantum  “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Di situ maka dapat kita uraikan bahwa dalam memanjatkan doanya manusia perlu meyakini bahwa doa akan dikabulkan dengankuasa Tuhan.

Kemudian berlanjut ke jenis doa secara alkitabiah :

–          Doa pujian (Mazmur 95 : 6) untuk memuji atau mengagungkan nama Tuhan

–          Doa pengakuan dosa (Mazmur 32 : 5) karena manusia perlu untuk mengakui dosanya sehingga Tuhan bisa mengampuni dosa yang telah diperbuat oleh manusia

–          Doa pengucapan syukur (Filipi 4 : 6) sehingga manusia tidak merasa khawatir

–          Doa iman (Yakobus 5 : 16) (Matius 16 : 39)

–          Doa syafaat (1 Timotius 2 :1)

Dari doa-doa di atas, 2 jenis doa terakhir merupakan salah doa yang memerlukan pemahaman dan iman yang lebih mendalam karena dalam doa-doa tersebut tidak hanya berhubungan dengan diri manusia secara individu, tetapi juga melibatkan orang lain sehingga tidak bisa sembarang dalam melakukannya. Ini hendaknya menjadi sebuah keinginan manusia yang timbul dari roh (bukan dari daging) sehingga apa yang dilakukan oleh manusia itu menjadi hidup dan damai sejahtera (Roma 8 : 6)

 

 

Tuhan Memberkati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *