Resume Khotbah 5 September 2014: Pemuridan

Posted by

Tanggal : 5 September 2014
Pembicara : Ir. Alex Mamesah. M.A , M.Pd.K
Ayat Tema : 2 Timotius 2:2

Apa pemuridan itu?
Mungkin sudah sering kita dengar di Matius 28: 19-20 amanat agung yang diberikan Tuhan Yesus kepada semua anak-anakNya. Bagaimana pemuridan dijalankan terdapat di 2 Timotius 2:2 yang berbunyi “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” 2Timotius 2:2 merupakan bagian dari surat Paulus kepada Timotius, anak rohaninya. Timotius diposisikan sebagai seorang pendengar yang telah diperlengkapi oleh Paulus, kemudian ia meminta Timotius untuk mengajarkan apa yang telah dia dapat dan meneruskan ke orang lain. Tuhan mau untuk menolong kita, tetapi Dia jua rindu supaya kita juga punya hati untuk menolong orang lain lewat pemuridan.

Pengertian pemuridan:
1. Proses seorang bertumbuh menjadi murid Kristus, dan
2. Melatih orang lain untuk bertumbuh menjadi murid Kristus, dan kemudian
3. Murid tersebut dapat juga meneruskan pemuridan tersebut kepada orang lain

Kata murid dalam alkitab perjanjian baru muncul sebanyak 269 kali, sedangkan kata orang percaya. Jadi, menjadi seorang murid itu penting.

Di Kejadian 1: 26-27, manusia memiliki relasi atau hubungan yang intim dengan Allah dan manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Namun saat manusia jatuh ke dalam dosa, manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Dosa telah merusak gambar Allah yangada di dalam manusia. Pemuridan mengembalikan gambar dan rupa Allah yang telah rusak (Kolose 3:10, Matius 10: 24-25). Ketika manusia percaya kepada Allah,orang tersebut menjadi manusia baru. Manusia baru akan selalu memperbaharui kehidupan lewat proses. Seorang murid mengalami proses transformasi untuk semakin menyerupai Kristus. Kehidupan lama manusia baru akan berubah menjadi kehidupan yang baru. Murid adalah orang-orang yang hidupnya tetap dalam Firman Tuhan (Yohanes 8:31), hidup saling mengasihi (Yohanes 13:35), dan berbuah banyak (Yohanes 15:8)

Mengapa penting menjadi murid?
Rencana Allah tidak hanya berhenti saat menerima keselamatan (Roma 8:29)
– Dipakai Allah untuk menjadi berkat (2 Timotius2:21, Yohanes 15:2)
Tidak hanya cukup menjadi seorang murid dan keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, keselamatan harus dibagikan kepada orang-orang.
Allah dipermuliakan (Yohanes 15:8)
Pemuridan juga bertujuan untuk kemuliaan Allah.
Semakin bergairah dalam mengenal Kristus (2Petrus 1: 5-9)
Tidak bertumbuh identik dengan kehidupan rohani yang suam-suam kuku

Tahap petumbuhan rohani:
1. Belum percaya (Roma 3:23), mungkin saat datang ke ITB masih Kristen KTP.
2. Setelah mendengar injil dan percaya, akan menjadi petobat baru (Yohanes 1:12)
3. Menjadi murid yang mau mengenal Allah dan belajar Firman Tuhan (Ibrani 5:12-14)
4. Murid dewasa yang menjadikan murid-murid lain (Kolose 1:28)

Yang harus diingat adalah pertumbuhan rohani itu suatu proses yang tidak instan. Pertumbuhan rohani terjadi sesuai dengan caraAllah. Contohnya adalah Yusuf (Masuk sumur – dijual – jadi budak -difitnah – masuk penjara – jadi pemimpin di Mesir). Pertumbuhan rohani ditandai dengan adanya buah Roh, tetapi banyak orang lebih mementingkan karunia Roh Kudus dibandingkan dengan buah Roh. Karunia Roh Kudus belum tentu menandakan kedewasaan rohani seseorang.

Kalau menjadi seorang murid Kristus, ada harga yang harus dibayar. Akan ada banyak tantangan yang harus dilewati, tetapi murid Kristus melihat tantangan ini sebagai pembentukan.

Tantagan dan Hambatan (Matius 13:4-8):
– Benih yang jatuh di pinggir jalan
Orang itu mendengar, tetapi tidak mengerti dan lebih berfokus kepada hal duniawi, contohnya game online, pornografi,dll. Ini adalah cara yang dipakai oleh iblis untuk membuat manusia lupa akan panggilannya sebagai anak Tuhan dan mahasiwa. Hanya kuasa Kristus yag sanggup menolong.
– Benih yang jatuh di tanah berbatu
Menerima Firman Tuhan, tetapi saat ada masalah meninggalkan Tuhan. Itu hanya emosi sementara dan tidak berakar.
– Benih yang jatuh di tanah bersemak
Orang itu mendengar dan menerima kebenaran Firman Tuhan, tetapi kekuatiran dan tipu daya dunia menghambat imannya, sehingga tidak berani untuk membayar harga.
– Benih yang jatuh di tanah yang subur
Orang seperti ini bergantung kepada Allah. Tidak lepas dari masalah, tetapi mau taat dan belajar mengandalkanTuhan. Orang seperti ini adalah orang yang terus bertumbuh dan menjadi berkatuntuk orang lain.

Bagaimana terus bertumbuh sebagai murid Kristus?
Orang-orang yang mau terus bertumbuh sebagai murid Kristus harus mempunyai tekad untuk menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan.
Tekad untuk bertumbuh lewat:
– FIRMAN TUHAN, 2 Timotius 3:16
– DOA, Filipi 4:6-7
– PERSEKUTUAN, Ibrani 10:24
– BERSAKSI, Matius 5;16

Tantangan Yesus berikan kepada kita ada di Lukas 14:27 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku,ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Tidak ada jalan pintas, tetapi dalam Matius 28:20 Allah menyertai proses pemuridan dan hanya Roh Kudus yang memampukan untuk hidup berkemenangan hari lepas hari.

Sekarang, pertanyaannya

Bersediakah kita untuk menjadi seorang murid Kristus?

atau

Bersediakah kita untuk menjadi pemurid untuk menolong orang lain menjadi murid?

Soli Deo Gloria 🙂

 

Resume Khotbah oleh Divisi Intern PMK ITB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *