Resume Khotbah 19 September 2014: Visi PMK ITB

Posted by

Tanggal : 19 September 2014
Pembicara : Briandhika Utama
Ayat Tema : Yesaya 61:3b-4

Where are we going? Where is PMK ITB going?

Setiap organisasi pasti selalu mempunyai visi. Namun sebelum ke hal tersebut kita lihat dulu sejenak apa itu PMK ITB

PMK ITB
PMK mempunyai kepanjangan Persekutuan Mahasiswa Kristen. Apasih arti dari tiap kata tersebut? Persekutuan berarti orang orang yang berkumpul dan memiliki suatu tujuan sedangkan mahasiswa mempunyai chiri khas yaitu kritis dan mempunyai tujuan untuk hidup dalam keprofesian. Kata terakhir yaitu Kristen, berarti pengikut Kristus karena sebenarnya tidak ada agama Kristen. Sejarahnya, dulu, orang orang yang mengikut Kristus dijuluki Kristen sehingga munculah sebutan itu.

PMK ITB bekerja sama dengan 4 Lembaga Pelayanan (LP) yaitu Navigator, PMK OH, LPMI dan SION. Dan keempat LP inilah yang mendirikan PMK ITB. PMK ITB sendiri mempunyai 9 divisi yaitu doa, internal, misi, eksternal, musik, perlengkapan, pubdok, intermedia dan pelayan khusus (PK). Selain 9 divisi ini ada beberapa bagian lain seperti sekretariatan dan diakonia.

Bubur Kacang Merah
Apasih bubur kacang merah? Bubur kacang merah menjadi chiri khas cerita antara Esau dan Yakub. Dikemudian hari Esau menjadi Edom (Kejadian 36:1,8-9) dan Yakub menjadi Israel (Kejadian 32 :28, 35:10). Apa saja perbedaan antara Edom dan Israel?
1. Kejadian 36:31
Edom sudah masuk ke dalam zaman raja-raja jauh sebelum Israel dipimpin oleh seorang raja.
2. Visi
Edom dan Israel mempunyai visi yang sama yaitu membangun kembali bangsanya. Terus mengapa visi mereka berbeda?
Visi Edom : Maleakhi 1:4
Visi Israel : Yesaya 61, Hagai 1
Dari ayat ayat tersebut dapat dilihat dengan jelas perbedaannya. Visi berasal dari Tuhan, visi tidak sama dengan keinginan ataupun hasrat pribadi. Visi adalah hasil dari hubungan yang intim dengan Tuhan yang bersifat spesifik dan berdasarkan kepada firman Tuhan.

Visi PMK ITB

Yesaya 61:3b-4
“supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya. Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.”

Dari ayat visi PMK ITB ada dua hal yang mengundang pertanyaan.

Tarbantin kebenaran?
Pohon Tarbantin memiliki beberapa karakter unik yang juga dapat mencerminkan orang orang yang disebut sebagai pohon tarbantin kebenaran.
1. Akar yang dalam : berakar dalam firman Tuhan dan Yesus Kristus
2. Batang yang kokoh : mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan yang sangat kuat.
3. Daun yang rimbun : dapat menjadi sarana bagi teman teman, tempat untuk mercerita dan meminta pertolongan.
4. Dapat dijadikan obat-obatan : Bukan hanya menjadi sarana namun juga dapat menjadi saluran berkat bagi orang orang disekelilingnya.
5. Dapat bertumbuh di berbagai tempat : dimanapun dia berada, dia akan tetap hidup dan mempunyai karakter yang tetap sama.
6. Menjadi penunjuk arah : menunjukkan jalan kepada satu satunya kebenaran yaitu Yesus.
7. Akan tumbuh lagi jika dipotong : menunjukkan mengalami regenerasi dan regenerasi tersebut ada dalam pemuridan.
Setelah disebut pohon tarbantin kebenaran, apa yang sebenarnya harus dilakukan?

Membangun reruntuhan?
Bagaimana caranya membangun reruntuhan?
1. Diri sendiri : belum menerima keselamatan ataupun masih terikat dengan dosa dosa.
2. Keluarga : Masih ada anggota keluarga yang tidak mengenal Kristus atau hubungan yang retak. Pergi dan bagikan injil.
3. Persekutuan : 1 Petrus 2:5, berdampak
4. Bangsa : Yeremia 19:7, berdampak di semua bidang.

Apa saja yang dibutuhkan?
1. Hubungan pribadi dengan Tuhan yang intim. Jang menjadi seorang tentara yang bodoh, yang pergi berperang tapi lupa membawa senjata dan memakai perlengkapan perang.
2. Pemuridan : kita adalah orang bodoh dalam generasi yang bodoh. Jangan sampai dunia ini memberikan kita makan sehingga daging kitalah yang menang. Namun sebaiknya kita memberikan roh kita makan dengan firman Tuhan.
3. Persekutuan : kita tidak ditugaskan sendirian, dalam persekutuan juga ada pembagian firman
4. Berlatih dan belajar : jangan pernah memakai alasan pelayanan untuk belajar dan belajar untuk pelayanan. Karena studi adalah pelayanan. Kita tidak dapat memisahkan hal spiritual dengan hal sekuler. Di mata Tuhan itu menjadi satu.
5. Setia : percuma jika sudah memiliki keempat di atas namun tidak setia.
Kesimpulannya adalah karakter dan melakukan pekerjaan itu tidak pernah terpisah namun dijalani secara bersamaan

R A W R (Resurrected to Act in the World’s Redemption)

 

Resume Khotbah oleh Divisi Intern PMK ITB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *