YKS (Yuk Keep Sukacita!)

Posted by

Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!” Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan. ~ Ezra 3:11

Hidupku bukannya aku lagi, tapi Yesus dalamku. Sebuah penggalan lagu yang sering dinyanyikan namun hanya berlalu sebagai ucapan semata. Mengapa begitu? Bagaimanakah hidup bila Yesus beserta kita? Bukankah jawabannya adalah bahagia, sukacita serta penuh rasa syukur? Seringkali masalah yang berlalu dalam hidup ini membuat kita menjadi sedih-sedih ngga jelas di dalamnya. Padahal, masalah tersebut tidak lebih besar dari kekuatan kita karena begitulah janji Tuhan pada kita. Bila masalah studi yang kurang memuaskan, keluarga yang berkonflik, kondisi keuangan yang mengenaskan, atau apapun itu menjadi sumber kekuatiran, hati-hati ya!
Sebab, sukacita merupakan pilihan bagi setiap orang. Masalah boleh saja menghantui hidup ini, namun tidak ada faktor lain yang begitu dominan selain pilihan kita sendiri untuk bersukacita. Sebab, Tuhan sudah menghadirkan kasih agar kita dapat bersukacita secara OTONOM, sehingga siapapun itu dapat menerimanya asal mau menerima. Hidup ini akan sangat berarti apabila dijalani dengan sukacita dan bersyukur atas segala yang telah kita peroleh. Hal ini begitu krusial bagi hidup kita karena sangat menentukan bagaimana kita menjalani hidup ini. Bersungut-sungutkah, tenggelam dalam “keceriaan” yang dunia tawarkan, atau benar-benar bersukacita atas segala berkat yang telah dicurahkan-Nya kepada kita masing-masing.
Banyak penelitian mengungkapkan bahwa kebahagiaan atau rasa sukacita sangat berpengaruh terhadap kondisi diri seseorang. Kebahagiaan membawa efek yang baik dari otak manusia hingga perbuatannya hingga relasinya dengan orang lain hingga membawa dampak pada hal yang lebih makro. Banyak hasil statistik juga telah membuktikan bahwa orang yang memiliki kecenderungan bersukacita dalam hidupnya memiliki tingkat harapan hidup yang lebih tinggi, produktivitas kerja yang lebih baik meskipun berada dalam tekanan, juga lebih menikmati hari-harinya secara bugar. Ini bukan hoax loh!
Dari semua hal yang penting mengenai diri kita, terdapat suatu hal yang jauh lebih penting dari semuanya itu. Kolose 3:17 mengajar untuk melakukan segala hal seperti persembahan (yang kudus) untuk Tuhan, dan persembahan itu diberikan bukan dengan bersungut-sungut, tetapi dengan BERSYUKUR! Karena itu, bersukacitalah senantiasa dan persembahkan hidup kita sebagai persembahan yang kudus, bukan untuk diri kita sendiri, namun untuk dikembalikan kepada kemuliaan Tuhan. Yuk Keep Sukacita! Soli Deo Gloria. (als)

Tulian ini dimuat dalam Warta 24 Januari 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *