Resume Khotbah 24 Jan 2014: YKS (Yuk Keep Sukacita!)

Posted by

YKS (Yuk Keep Sukacita!)

Pembicara : Pdt. Marietta Simanjuntak

Pada suatu hari Yesus pergi ke sebuah kota, sebutlah Kota Ungu. Ia berjalan mengelilingi kota tersebut sampai Ia bertemu dengan seorang yang mabuk.

Yesus berkata,”Anak-Ku, mengapa kau sia-siakan hidupmu seperti ini?”
Jawabnya,”Dulu aku bukan siapa-siapa, sampai seorang bernama Yesus datang memulihkanku, apalagi yang harus kulakukan?”

Yesus pun berkeliling lebih lanjut lalu Ia bertemu dengan seorang yang menghabiskan waktunya dengan pelacur.

Yesus berkata,”Anak-Ku, mengapa kau sia-siakan hidupmu seperti ini?”
Jawabnya,”Dulu aku tunanetra, sampai seorang bernama Yesus datang menyembuhkanku, apalagi yang harus kulakukan selain menikmati apa yang kulihat?”

Yesus pun melanjutkan perjalanannya dan Ia bertemu dengan seorang pria yang menangis tersedu-sedu.

Yesus berkata,”Anak-Ku, mengapakah engkau menangis?”
Jawabnya,”Dulu aku telah mati lalu dibangkitkan oleh seorang bernama Yesus, tapi kini seluruh keluargaku telah mati, lantas apalagi yang harus kulakukan?

Perumpamaan di atas memperlihatkan kondisi setiap orang yang menerima berkat namun bingung mempermasalahkan apa lagi yang bisa dilakukan dengan berkat-berkat tersebut? Pernahkah kamu mengalaminya?

Pertimbangan-pertimbangan menjadikan kita terlalu sulit untuk berterimakasih dan bersyukur. Pertimbangan-pertimbangan bahkan kadang menghasilkan anggapan bahwa berterimakasih dan bersyukur adalah hal sepele sehingga kita tidak berterimakasih pada supir angkot, penjual makanan, dll.

Ezra 3 : 11
Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!” Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan.

Ayat di atas menunjukkan bagaimana bangsa Israel yang baru kembali dari pembuangan, lalu mereka mulai membangun Bait Allah. Kalau kita lihat konteks Perjanjian Lama dimana dimana orang Israel percaya bahwa adanya Bait Allah di suatu tempat menunjukkan adanya hadirat Allah di tempat tersebut.

Ezra 3 : 13
Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh.

Mengerti? Pernahkah kamu terisak atau menangis karena suatu hal yang menyenangkanmu?
Sungguh luar biasa kalau kita lihat ayat 13 dimana orang-orang bahkan tidak dapat lagi membedakan mana suara tangisan dan mana suara sorak-sorai hanya karena mereka begitu bersukacita karena peletakan batu pertama Bait Allah adalah hal luar biasa bagi mereka.

Lantas mengapa bersyukur dan bersukacita penting
1. Bersyukur dan bersukacita tidak hanya menambah berkat namun juga membawa kita menjadi berkat
Kenapa? Karena bersyukur membwawa kita untuk melihat orang-orang lain. Ketika seseorang bersyukur karena berkat Tuhan setiap hari yang tidak pernah habis maka ia akan membawa orang-orang lain menerima berkat tersebut.
Ratapan 3 : 22-23
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu!

2. Bersyukur dan bersukacita memberikan kita kekuatan
Amsal 17 : 22
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

3. Bersyukur dan bersukacita membuat kita lebih rendah hati
Orang yang bersyukur akan membuat dirinya semakin rendah hati. Mengapa? Karena ia menyadari bahwa apa yang ia dapat merupakan kasih karunia sehingga ia akan berusaha mengutamakan orang lain dan menjadi berkat bagi mereka.

Lantas caranya?
1. Memahami rancangan Tuhan tentang damai sejahtera dalam kehidupan kita
Pengkhotbah 3 : 11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Yesaya 55 : 8-9
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu

Kadang pemikiran kita membuat standar tertentu sehingga kita tidak mengucap syukur, cobalah kembali merenungkan rancangan-rancangan dan tujuan Tuhan dalam hidupmu.

2. Menyadari bahwa kita “sendiri” namun tidak “sendirian

3. Mengejar hal-hal yang penting/esensial
Mengejar hal-hal penting/esensial dalam hidup kita membawa kita fokus kepada rancangan Tuhan.

Ku Berbahagia yakin teguh
Yesus abadi kepunyaanku
Aku waris-Nya ku ditebus
Ciptaan baru Rohul kudus

Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya

Yuk, Keep Sukacita!
Soli Deo Gloria 🙂

Resume Khotbah oleh Divisi Intern PMK ITB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *