Peperangan Orang Kristen – Pendahuluan

Posted by

Bahan bacaan: Efesus 6:10-20

Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara – Ef 6:12

Terlalu banyak orang kristen yang salah paham mengenai identitas sebagai orang kristen. Kesalahpahamannya pun macam-macam. Dari yang membanggakan pelayanan di gereja sampai cuma kristen KTP. Apalagi orang kristen yang mengira datang ibadah minggu di gereja saja sudah cukup. Bagi mereka, itu sudah cukup sebagai tanda bahwa kamu orang kristen.

Kalau begitu apa bedanya orang kristen dengan orang dari non-kristen. Padahal Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa dialah satu-satunya jalan, kebenaran, dan hidup. Ingat ada kata “satu-satunya” loch. Ini berarti pasti ada yang berbeda dari apa yang telah Tuhan Yesus nyatakan mengenai orang-orang yang percaya dan mengikuti Dia. Maka dari itu artikel ini akan membahas bagaimana orang Kristen sejati menghidupi imannya di tengah-tengah dunia ini.

Pembahasan tentang tema ini akan diusahakan secara kontinu. Artinya, tema ini akan dibahas secara berlanjut pada artikel-artikel berikutnya dengan pembahasan yang lebih detail dan spesifik. Ini dilakukan agar pembahasan bisa lebih menyeluruh dan mencakup berbagai bidang dan aspek kehidupan manusia. Hal itu akan dibahas lebih lanjut di artikel lainnya, tapi untuk saat ini kita akan menanamkan terlebih dahulu pemahaman dasar mengenai identitas orang kristen di dunia ini.

Seperti yang sudah dibahas pada paragraf pertama bahwa Alkitab sering membedakan antara orang kristen dengan orang non-kristen. Salah satunya ada pada ayat yang telah tertera pada judul artikel ini yaitu Efesus 6:12. Ayat ini memberitahukan kita bahwa salah satu perjuangan orang kristen adalah melawan segala bentuk kekuasaan dosa.

Perlawanan tersebut bukan hanya melawan dosa yang kelihatan seperti menyontek, mencuri, ataupun mengucapkan kata-kata dasar. Melainkan dosa yang secara tidak langsung hadir di segala aspek kehidupan manusia. Hingga akhirnya terbentuklah suatu prinsip budaya yang sebenarnya merupakan manifestasi dari kerberdosaan manusia itu sendiri. Tapi, sayangnya banyak orang kristen yang tidak menyadari hal ini dan bahkan terjun ke dalam budaya tersebut.

Perkembangan budaya saat ini tidak bisa lepas dari pengaruh keberdosaan manusia. Sehingga tidak ada yang sifatnya netral di dunia ini. Semua pasti akan diarahkan kepada manifestasi dosa manusia atau sebaliknya menuju perkembangan yang membawa dampak positif bagi hidup manusia. Pernyataan kedua inilah yang menjadi maksud Paulus pada ayat tersebut. Bahwa orang kristen dipanggil untuk melawan segala bentuk kuasa-kuasa dosa. Entah itu di bidang pemerintah, pendidikan, teknologi, dan seni sekalipun.

Akhir kata melalui artikel pendek ini, penulis berharap setiap pembaca bisa menyadari bahwa tidak semua orang yang melayani di gereja disebut orang kristen. Orang-orang yang jarang melayani di gereja, tapi memiliki pekerjaan yang baik dan senantiasa memberikan nuansa kebaikan dan kebenaran di setiap apa yang ia kerjakan. Ia pun adalah seorang kristen sejati. Jadi, biarlah ini menjadi perenungan kita untuk bisa menjadi orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan Yesus melalui perbuatan kita.

Pada artikel berikutnya kita akan membahas secara keseluruhan konteks Efesus 6:10-20. Sehingga kita dapat mengerti secara komprehensif pesan yang ingin disampaikan oleh Paulus. Selain itu, beberapa artikel berikutnya penulis juga akan membahas mengapa orang kristen harus capek-capek melakukan ini semua? Padahal mungkin apa yang kita lakukan hanyalah hal yang sederhana, remeh, dan bahkan seperti sia-sia. Maka dari itu ikutin terus keberlanjutan artikel ini. See you! ^_^ (tfs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *