DOA yang Menguatkan

Posted by

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
(Matius 26:41)

Hari ini aku sate(Saat Teduh) dengan penuh masalah yang aku alami selama kuliah diawal semester ini. Mulai dari kuliah yang memasuki masa-masa sulit hingga kegiatan luar kuliah yang cukup padat. Aku pun mengawali sateku dengan mengangkat lagu penyembahan lalu berdoa. Kemudian Tuhan memberikanku suatu perikop “Di Taman Getsemani”(Matius 26:36-46). Ya ini adalah perikop yang mungkin sudah sering dibaca, perikop ini berisi tentang Tuhan Yesus berdoa kepada Allah sebelum Ia ditangkap.

Pada saat itu, Tuhan Yesus ditemani murid-muridnya, yakni Petrus, Yohanes, dan Yakobus. Tuhan Yesus pergi berdoa sementara ketiga muridnya menunggu. Di dalam doa-Nya Yesus berkata,”Ya, Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Setelah selesai berdoa yang pertama kali, Yesus kembali ke tempat murid- muridnya menunggu, tetapi murid-murid-Nya tertidur. Yesus pun berkata kepada Petrus,”Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan ku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”(Matius 26: 40b-41). Kemudian Yesus berdoa dengan doa yang sama untuk kedua kalinya dan saat kembali lagi Ia melihat murid-muridnya kembali tertidur, dan akhirnya Ia membiarkan mereka lalu kembali berdoa untuk ketiga kalinya.

Aku mendapatkan hal yang menguatkan diriku. Di ayat 41 dikatakan bahwa roh memang penurut, tetapi daging lemah, benar bahwa di saat aku lelah terhadap kegiatan dan aktivitasku, aku meninggalkan apa yang Tuhan perintahkan bahkan aku menuruti keinginan dagingku(duniawi). Tetapi di sini Yesus menasehatkan untuk berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya aku tidak jatuh dalam pencobaan karena DOA itu Menguatkan. Bahkan Tuhan Yesus sendiri berdoa sampai tiga kali untuk meminta kekuatan kepada Bapa. Ayat ini mengajarkanku untuk tetap berdoa baik dalam kondisi apapun yang saat ini aku alami. Dalam berdoa Yesus juga mengajarkan untuk tidak hanya sekali berdoa, tetapi terus- menerus.

Benar bahwa doa itu berkuasa atas hidup. Di saat beban datang dan membuat aku sakit(lemah), aku berdoa dan ada kekuatan yang menenangkan dan menguatkanku kembali hingga ada Pemulihan dalam hidupku. Ketika engkau berdoa, saat itulah engkau berkomunikasi dengan Bapa, saat itu engkau mengerti kehendak Bapa, dan saat itu Allah akan mendengarkan dan menjawab doamu^_^. (sfs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *