Passion of the Christ

Posted by

“Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut…..Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu”

“Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. “

“Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju…. Sementara saya harus telanjang dan tergantung diatas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang biasa mematikan)….”

“Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya…..Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini.”

(kutipan dari kesaksian Jim Caviezel – Pemeran Yesus dalam film Passion of the Christ)

 

Passion of the Christ hanyalah sebuah film, setiap scene nya dibuat dengan bantuan make up dan berbagai trik agar ketika dicambuk terlihat darah mengalir dan sebagainya, tapi Jim Caviezel yang seorang aktor saja hampir tidak bisa menyelesaikan film tersebut. Bagaimana dengan Tuhan Yesus yang sesungguhnya menjalani penderitaan itu?

Ingatkah teman-teman kalau ketika itu Yesus juga manusia biasa? Dia bukan manusia super yang tubuhnya anti senjata tajam. Tapi Dia terima semua cambukan, semua aniaya, semua caci maki karena Dia sangat teramat mengasihi kita dan tidak mau melihat kita binasa.

Paskah PMK memang sudah berakhir tapi salib (baca:bukti kasih-Nya) Kristus tidak pernah berakhir. Dia rindu kita juga mengasihi Dia dan lebih lagi mengenal Dia. GBU 🙂 (cay)

Aku tidak mengingini kurban-kurbanmu; Aku mengingini kasihmu. Aku tidak mengingini persembahan-persembahanmu; yang Kuingini ialah agar kamu mengenal Aku.

(Hosea 6:6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *