Pelayanan vs. Pemuridan

Posted by

Pembicara : Bunda Marietta

“….sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” (Yohanes 13:15)

Ayat diatas merupakan petikan dari perikop ketika Yesus membasuh kaki murid-muridNya.

Jadi “Pelayanan vs Pemuridan?” ataukah “Pelayanan dan Pemuridan?” sebenarnya teladan seperti apa yang telah diberikan Yesus kepada kita? Banyak pelayan yang kenyataannya melakukan pelayanan di mimbar tetapi tidak melakukan pelayanan pribadi(dalam hal ini pemuridan).

Pada kenyataannya dari teladan Yesus ketika Ia membasuh kaki murid-muridNya, Ia sedang melakukan pelayanan kepada murid-muridNya.

Sesungguhnya seorang Guru adalah “seorang pelayan” bagi muridnya.

Seorang Guru melakukan “pemuridan” (lebih pribadi) kepada muridnya.

Ketika kita menyebut bahwa seorang guru merupakan pelayan maka sesungguhnya apa yang dilakukan seorang guru dalam pelayanannya di statusnya sebagai guru tersebut? -MEMURIDKAN- yang artinya menjadikan sang murid seperti sang guru.

 

Kembali ke Yohanes 13 : 15

“….sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu”

 

Teladan inilah yang sedang Yesus berikan yaitu Yesus sedang membuat para muridNya menjadi seperti diriNya dan tidak ada pelayanan tanpa pemuridan dan tidak ada pemuridan tanpa pelayanan!

Inilah yang disebut memuridkan yaitu ketika ada rasa empati kepada muridnya, tanpa adanya empati maka semua yang diajarkan hanya memberikan teori semata.

 

Maka kembali dari semboyan jumatan kali ini “pelayanan vs pemuridan?” kita bisa menyimpulkan bahwa pelayanan tanpa pemuridan bukanlah pelayanan dan pelayanan yang disertai pemuridan itulah pelayanan.

Ketika kita melihat kisah dari perempuan Samaria maka kita melihat Yesus yang melayani perempuan itu dan memuridkannya juga sehingga perempuan Samaria tersebut dengan tidak ragu berkata kepada orang Samaria lainnya sehingga percaya juga pada Yesus. (Yohanes 4 : 1-42)

 

Filipi 2 : 5-10 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,….”

 

Inilah yang disebut mengosongkan diri ketika “pikiran dan perasaanku” = “pikiran dan perasaan Kristus” dimana “pengosongan di Kristus” = “pengosongan diriku(juga)”

 

”jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (1 Korintus 11:1)

“dilayani oleh Yesus untuk melayani sesama” & “dimuridkan oleh Yesus untuk memuridkan sesama” (lih.Yohanes 13:14-15 bnd.Matius 20:28 & Matius 28:19-20)

 

Pelayanan artinya pola hidup yang berfokuskan pada Tuhan dan sesama dan pemuridan artinya menjadikan hidup seseorang berfokus kepada Tuhan dan sesamanya. Inilah yang disebut “mengurangi ke-Aku-an karena yang terlihat adalah Kristus.”

 

Sehingga apapun yang kita kerjakan sedang mentransfer hari Kristus, kita menyampaikan hati Kristus agar yang dilayaninya memiliki hati seperti hati Kristus.

 

Lalu apa motivasi kita?

Yohanes 13 :16

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya,….”

Bandingkan dengan

Lukas 17:10

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

 

Lakukan pelayanan dan pemuridan sebagai “hamba dan pelayan” yang melakukan “pengabdian” yang sesuai dengan “selera tuannya” sehingga ia dapat “menyenangkan hati tuannya”.

 

Kolose 3 : 23

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Yohanes 6 : 38

“Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.”

 

Ketika kita akan memuridkan mintalah Tuhan yang mengerjakan karena Ia yang mengenal orang yang akan kamu muridkan. Mungkin susah mengerjakan keduanya tapi selaraskan hatimu dengan Tuhan dan kerjakan keduanya bersama-sama. Lakukan seperti apa yang Tuhan tunjukkan dan Tuhan teladankan pada kita.

 

Soli Deo Gloria. ^^v!!

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *