Kekuatan dalam Kelemahan

Posted by

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
(2 Korintus 12:9)

Sebagai manusia, hidup kita diumpamakan seperti sebuah roda yang berputar. Oleh karena itu, tentu kita pernah mengalami titik terendah. Ketika berada di titik terendah, titik paling bawah dalam kehidupan, apa yang kita lakukan? Seringkali kita hanya bisa mengeluh dan bersungut-sungut menghadapi masalah yang ada di hadapan kita.

Hidup juga seringkali diumpamakan sebagai sebuah permainan ular tangga. Kita harus terus berjuang hingga mencapai kotak finish. Pada permainan ular tangga, ada saatnya kita mendapat kesempatan untuk mencapai tujuan kita lebih cepat dengan pertolongan tangga, tetapi ada kemungkinan lain saat kita harus turun karena menempati kotak yang berular. Itu juga yang terjadi pada hidup ini. Kadang-kadang, Tuhan membawa kita ke atas, naik dan bersinar. Tetapi Tuhan juga mau membentuk kita dengan mengizinkan kita mengalami proses penurunan.

Menurut Alkitab, Rasul Paulus adalah seorang hamba Tuhan yang mengalami duri dalam daging. Sebelum ia dipanggil menjadi hamba Tuhan, Saulus mungkin mengalami masa kejayaannya secara manusia. Tetapi ketika ia menerima Tuhan, justru sepertinya kehidupan Paulus terus menurun akibat duri dalam dagingnya. Apabila kita membaca kisah hidup Paulus secara keseluruhan, kita akan tahu bahwa justru di titik terendah yang ia alami, ia merasakan kuasa Tuhan yang ajaib bekerja dalam hidupnya. Bayangkan saja bila kita terus berada dalam kemenangan dan kejayaan hidup, kita bisa menjadi sombong. Tuhan Yesus sangat baik, Dia mengizinkan kita mengalami masalah demi masalah agar kita mau berserah kepada-Nya, agar kita bisa merasakan kehadiran dan pertolongan-Nya dalam hidup kita. Ada proses yang kita jalani bersama dengan Tuhan selama kita mengalami masalah tersebut. Bahkan, ada masalah yang baru muncul jalan keluarnya ketika kita mau berserah. Tuhan baru mau bekerja ketika kita menyerahkan diri kepada-Nya. Dia ingin menjadi satu-satunya yang diandalkan dalam hidup kita.

Melalui renungan ini, biarlah kita mengerti. Seringkali kita mengeluh akan banyaknya tugas, laporan, jurnal, kuis, bahkan ujian yang Tuhan izinkan terjadi. Ingatlah bahwa semakin banyak proses yang Tuhan izinkan terjadi, semakin nyata kuasa dan pertolongan Tuhan mengalir di kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkatiĀ  šŸ™‚ (gvs)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *