ITB Multikampus

Posted by

Pada tahun ajaran ini, kampus ITB Jatinangor secara resmi mulai beroperasi. Jurusan Rekayasa Hayati atau dikenal dengan BioEngineering menjadi jurusan pertama yang pindah ke Jatinangor. Selain itu ada juga mahasiswa ITERA angkatan pertama yang mulai kuliah di semester ini. Di sana, kami wajib menempati Rusunawa (Rumah Susun Asrama Mahasiswa). Ada 2 gedung yang disiapkan untuk pria dan wanita dengan fasilitas kantin, ruang bersama di tiap lantai, dan tempat parkir motor. Secara keseluruhan, karena gedung rusunawa ini merupakan gedung baru, kamar yang ada masih bersih dan perlengkapan kamar pun masih baru. Sayangnya, masih ada 4 gedung rusunawa yang akan dibangun dan hal itu membuat suasana di asrama ribut oleh mesin-mesin besar serta ada banyak tukang bangunan yang sedikit membuat risih.

Ruang kelas yang digunakan untuk belajar adalah gedung bekas Universitas Winaya Mukti. Hanya ada 2 ruang kelas, dua kelas untuk dua angkatan BE dan satu kelas untuk ITERA yang walau sudah masuk jurusan, masih harus menjalani TPB. Bisa dibayangkan, kuliah di Jatinangor lebih seperti SMA; mahasiswa duduk menunggu dosen dan tetap duduk di ruangan yang sama dari pagi sampai waktu kuliah usai. Hampir semua kelas diadakan di jatinangor, kecuali praktikum. Ada banyak teman saya yang ikut unit dan harus rapat atau latihan, terpaksa pulang ke Ganesha dan kembali pada malam hari atau besok paginya.

Minggu pertama pindah ke Jatinangor, saya merasa asing dan kesepian. Lokasi kampus ITB Jatinangor cukup jauh dari kota, kurang lebih 20 menit berjalan kaki untuk sampai ke mall terdekat (sebut saja Jatos-Jatinangor Town Square). Jika berjalan kaki di malam hari, tidak ada penerangan yang memadai di sepanjang jalan yang dilalui. Akibatnya, kebanyakan dari kami memilih diam di asrama, sekedar main kartu di kantin atau belajar di dalam kamar masing-masing. Sekarang, sudah dua minggu saya lewati di sana. Saya bersyukur, saya mulai membiasakan diri dengan situasi dan cuaca di sana. Ketika masih tinggal di rumah, saya jarang sekali mandi air dingin, tetapi di asrama mau tidak mau saya harus mandi dengan air sedingin es. Puji Tuhan, saya bisa menyesuaikan diri dengan air itu dan tetap diberi kesehatan. Soal makanan dan hal-hal kecil lainnya pun tercukupi. Saya percaya, Tuhan Yesus sanggup menyediakan, melindungi, mencukupi, dan akan tetap memimpin kami semua. Kalau teman-teman punya waktu luang, ayo kunjungi kami yang di Jatinangor! 🙂 (gvs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *