Panggilan Hidup, Kutahu yang Kumau

Posted by

Mungkin kita sibuk memikirkan masa depan kita, ingin jadi apa kita kelak, dan apa yang akan kita siapkan untuk masa depan kita. Ibarat mengunjungi sebuah restoran dengan beragam menu pilihan, hidup kita pun seperti restoran tersebut. Pilihan-pilihan hidup yang ditawarkan ‘dunia’ kepada kita sangat beragam. Beragam pilihan profesi, hobi, dan aktivitas dapat kita pilih dengan sesuka hati. Tak seorangpun dapat melarang kita dalam menentukan setiap pilihan hidup kita, bahkan orang terdekat kita karena menentukan pilihan hidup merupakan hak kita sebagai manusia. ‘Hidup adalah sebuah pilihan’.

Pilihan-pilihan hidup yang ditawarkan ‘dunia’ kepada kita sangat beragam. Beragam pilihan profesi, hobi, dan aktivitas dapat kita pilih dengan sesuka hati. Tak seorangpun dapat melarang kita dalam menentukan setiap pilihan hidup kita, bahkan orang terdekat kita karena menentukan pilihan hidup merupakan hak kita sebagai manusia. ‘Hidup adalah sebuah pilihan’.

Sering kali kita bertanya kepada Tuhan, “Mengapa Tuhan memberikan banyak pilihan hidup kepada kita?’’, “Mengapa Tuhan membiarkan kita bingung dengan berbagai pilihan hidup?” Sebenarnya, hidup kita telah Dia rancang, bahkan sebelum kita berada di dunia. Bukan Tuhan yang membuat kita bingung saat kita menentukan pilihan hidup kita, melainkan diri kita sendiri.

Paulus memiliki banyak pilihan semasa hidupnya. Dahulu, Paulus sering menyakiti hati Tuhan. Pada akhirnya, ia memilih untuk untuk melayani Dia dan menyerahkan segenap hidupnya untuk memberitakan injil Tuhan. Sebelum Paulus mengatakan ‘ya’ untuk panggilan Tuhan, ia memiliki banyak pilihan yang mungkin lebih menguntungkan kehidupan duniawinya. Namun, setelah ia berani untuk berkata ‘ya’ kepada panggilan Tuhan, ia dapat mengetahui dan menemukan panggilan hidupnya.

Bagaimana kita dapat seperti Paulus?
Bagaimana kita menemukan panggilan hidup kita?

Di Filipi 3:10, Paulus berkata demikian:
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.

Kita mungkin mengenal diri kita dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan kita. Tetapi apakah dengan hanya mengenal diri kita, kita dapat mengetahui panggilan hidup kita dan tujuan sebenarnya kita dibentuk di dunia ini?

dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:14)

Mungkin kita bertanya-tanya makna dari panggilan sorgawi. Panggilan sorgawi adalah tujuan dari hidup kita, panggilan hidup kita sebagai anak-anak-Nya. Bagaimana cara kita mendapatkan hadiah yang merupakan panggilan sorgawi? Apakah dengan berprofesi menjadi seorang pendeta? Majelis? Pemimpin pujian? Pelayan gereja?

Panggilan hidup kita sebagai anak-anak Allah bukan hanya menjadi pelayan-Nya di gereja ataupun menghabiskan waktu hidup kita untuk melayani-Nya sepenuh waktu dengan mengerjakan semua hal yang dilakukan sebagai pelayan gereja. Beberapa cara untuk menemukan panggilan hidup kita, di antaranya:

Mengenal
Mengenal Allah bukanlah sekadar membaca alkitab setiap hari dan menghafalkannya. Mengenal Allah sesungguhnya adalah mengalami secara pribadi kasih Allah dalam hidup kita. Dengan mengenal Allah kita, yaitu Yesus Kristus, dengan mudah kita akan mengetahui panggilan hidup kita. Setiap kejadian yang terjadi di hidup kita bukanlah sebuah kebetulan. Tuhan telah merencanakan setiap detail yang terjadi di hidup kita bahkan sebelum kita dilahirkan di dunia. Mengenal Allah secara lebih dalam membuat kita memiliki hubungan yang lebih intim dengan Dia. Hal tersebut membantu kita lebih mengerti apa yang Tuhan rencanakan bagi hidup kita. Pengenalan dan keintiman dengan Tuhan harus kita mulai dari sekarang sehingga kita dapat menjadi serupa dengan Dia. Dengan begitu, seperti Paulus, setelah ia mengenal dan memiliki hubungan yang intim dengan Yesus, ia dapat berkata:
“karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21)
Telah sempurna?
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama seperti manusia.” (Filipi 2:5)
Setelah Paulus mengenal Allah, dengan keyakinan penuh, Paulus berkomitmen untuk mengosongkan dirinya dan membiarkan Allah saja yang masuk ke dalam dirinya sehingga hidup Paulus bukan milik Paulus lagi tetapi milik Allah.
Fokus ke tujuan
“berhenti melirik ke kaca spion masa lalu”
Ungkapan tersebut memiliki makna yang mendalam supaya kita tidak memikirkan apa yang telah terjadi di masa lalu. Masa lalu yang terus kita pikirkan dapat mengintimidasi kita sehingga dapat mengganggu dan menghambat kita dalam memperoleh tujuan kita, mengenal Allah. Tuhan telah memanggil kita dengan tujuan yang jelas. Satu hal yang perlu kita lakukan adalah fokus ke pendapat Tuhan tentang diri kita dan pendapat kita tentang diri kita sendiri. Tak ada seorangpun yang layak untuk masuk ke dalam kerajaan sorga, namun karena kasih-Nya yang teramat besar, kita dilayakkan oleh-Nya (1 Yohanes 1:9; 1 Petrus 2:9; Yesaya 43:7).

Untuk menemukan panggilan hidup kita yang sesungguhnya, kita harus berani untuk mengambul keputusan. Keputusan untuk berhenti memikirkan hal-hal duniawi karena kita adalah anak-anak Allah dan Ia telah menjamin hidup kita. Percayalah jika kita dipanggil untuk berhubungan dengan Dia karena hubungan kita dengan Dia jauh lebih penting dari segala hal yang kita lakukan. Dengan begitu Dia akan menunjukkan secara jelas apa yang baik untuk kita dan apa yang harus kita lakukan yang sesuai dengan rencana-Nya (2 Timotus 1:7).

Pada akhirnya, kita dapat berkata: “ku tahu apa yang ku mau karena mauku adalah maunya Tuhan telah menjadi mauku.” Satu hal yang penting yang harus kita tahu bahwa Yesus menciptakan kita bukan untuk menjadi orang biasa melainkan menjadi orang yang luar biasa. Soli Deo Gloria.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *