Ibadah dan Perayaan Natal 2011: “Maximum In Christ”

Posted by

(16/12) Para penerima tamu tersenyum ramah sambil membagikan lilin kepada para tamu yang hendak masuk ke Aula Timur ITB. Di dalam, 600 kursi yang tersedia untuk ibadah Natal ini sudah hampir terisi penuh. Lampu panggung yang kuning benderang menemani nyanyian pembukaan dari regu paduan suara. Jumat malam ini, kaum Nasrani se-ITB merayakan salah satu saat terpenting dalam kekristenan—kelahiran Sang Juruselamat.

Pembicara kali ini, Yoseph Situmeang, dalam khotbahnya sekali lagi mengingatkan jemaat untuk menjalani hidup dengan maksimal. Bagaimana caranya? Kembali pada Kristus. Jika kita memiliki kedekatan pribadi dengan-Nya, kita bisa maksimal karena kita memiliki hidup yang kekal, kemenangan atas dosa, dan kelimpahan.

Pendeta Yoseph Situmeang, seorang lulusan TI ITB dengan gelar "graduated with honor", cum laude. Beliau memilih untuk menjalani panggilan hidupnya: menjadi seorang hamba Tuhan.

Khotbah dilanjutkan dengan sesi pemulihan. Jemaat memiliki beban dalam hidupnya diajak maju ke depan untuk berdamai dengan masa lalu mereka dan memulai hidup baru. Setelahnya, prosesi penyalaan lilin dilakukan. Diiringi himne Malam Kudus, para hadirin secara bersambung menyalakan lilin milik orang di sampingnya. Prosesi ini melambangkan komitmen untuk berbagi kasih kepada semua orang—dimulai dari orang-orang terdekat dalam hidup kita.

Seluruh jemaat ibadah Natal menyalakan lilinnya dengan khusyuk. Prosesi penyalaan lilin yang diiringi lalu "Malam Kudus" menjadi budaya umum dalam ibadah Natal.

Seusai ibadah, acara diisi dengan rangkaian penampilan dari jemaat. Riuh tepuk tangan jemaat menemani masing-masing regu penampil yang naik ke panggung. Regu paduan suara membawakan versi kontemporer dari lagu Joyful Joyful gubahan Beethoven, dipadu dengan tarian yang energik. Drama dari PMK angkatan 2008 yang mengisahkan tentang perlindungan yang diberikan Tuhan bagi manusia berhasil menyentuh hati jemaat. Himne khas Natal, O Holy Night, dikemas indah dalam sebuah persembahan a capella. Teman-teman Unpad juga turut memeriahkan Natal ITB kali ini dengan paduan suara mereka.

Acara ini ditutup dengan doa syafaat untuk mendoakan agar jemaat di seluruh dunia bisa menghayati arti Natal yang sesungguhnya. Setelah puas mengambil foto di samping dekorasi pohon Natal, para hadirin yang datang saling menyalami satu sama lain, tersenyum sembari mengucapkan “Selamat Natal”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *