Mengapa Kita Harus Melayani?

Posted by

Pelayanan. Hmm… Apa sih pelayanan itu? Terkadang orang banyak terjebak bahwa pelayanan itu harus dilakukan di gereja, PMK, persekutuan-persekutuan, lembaga pelayanan dan lembaga-lembaga rohani lainnya. Pelayanan yang dilakukan di gereja, PMK dan sebagainya itu hanya salah satu bentuk pelayanan saja. Bentuk pelayanan tidak hanya terbatas dalam hal yang tampak berbau rohani. Membantu teman yang kesusahan, menghibur teman yang sedang berdukacita, mengajar anak-anak jalanan dan anak-anak kurang mampu lainnya. Bisakah hal tersebut disebut suatu pelayanan? Dimensi pelayanan ternyata sangat beragam. Untuk membantu kita dalam memahami dimensi pelayanan tersebut, kita akan membahas pentingnya pelayanan sebagai tugas atau kewajiban kita sebagai orang Kristen.

1. Kita diciptakan untuk melayani Allah

Dalam Ef 2:10 dikatakan bahwa kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Lalu, apa pekerjaan/hal-hal baik itu? Hal-hal baik itu merupakan pelayanan kita. Kol 3:23 mengatakan bahwa kapan pun kita melayani orang lain dengan cara apa pun, kita sebenarnya sedang melayani Allah. Kita ditempatkan oleh Tuhan untuk hidup di bumi dengan suatu tujuan yang khusus dan mulia yaitu untuk melakukan pelayanan. Sebelum Allah membentuk kita dalam rahim ibu kita, Ia telah memilih kita dan memisahkan kita untuk melakukan pekerjaan khusus. Hal ini difirmankan Allah kepada Yeremia.

2. Kita diselamatkan untuk melayani Allah

Allah menebus kita, menanggung segala dosa kita, dan menyelamatkan kita supaya kita dapat melakukan pekerjaan kudus-Nya (2 Tim 1:9). Hal yang harus sangat kita mengerti dari ayat tersebut adalah bahwa kita tidak diselamatkan oleh pelayanan melainkan kita diselamatkan untuk pelayanan. Kita memiliki sebuah tempat, sebuah tujuan, sebuah peran, dan sebuah fungsi untuk dilaksanakan. Allah telah menyelamatkan kita dengan harga yang sangat mahal di kayu salib dengan darah-Nya yang tercurah. Sehingga kita harus melayani Dia dengan ucapan syukur dan sukacita yang dalam atas apa yang telah Allah kerjakan bagi kita. Hendaknya kita melayani bukan karena rasa bersalah ketakutan dan juga bukan karena kewajiban.

Pelayanan yang kita lakukan dengan penuh kasih kepada orang lain menunjukkan bahwa kita benar-benar telah diselamatkan. Bila kita tidak memiliki kasih kepada orang lain, tidak ada kerinduan melayani orang lain dan hanya peduli kepada kebutuhan sendiri, sudah seharusnya kita bertanya-tanya apakah Kristus sungguh-sungguh ada dalam kehidupan kita. Kata pelayanan seringkali salah dimengerti oleh orang banyak. Pelayanan berasal dari kata “ministry” (pelayanan sebagai pendeta). Orang banyak selalu berpikir pelayanan adalah seorang pendeta, gembala, teolog dsb. Di dalam Alkitab, kata hamba(servant) dan pelayan(minister) adalah sinonim seperti halnya service dan ministry. Sehingga, bila kita seorang Kristen, kita merupakan seorang pelayan (minister) dan melayani (serving atau ministering).

Seringkali timbul pertanyaan nakal dalam hati kita, mengapa Dia meninggalkan kita di dunia yang berdosa ini, mengapa Tuhan tidak segera mengangkat kita ke surga pada saat kita menerima kasih karunia-Nya. Jawabannya adalah Ia meninggalkan kita di dunia ini karena kita dipakai oleh-Nya untuk tujuan-tujuan-Nya yaitu pelayanan.

3.Kita dipanggil untuk melayani Allah

Sering kita berpikir bahwa hanya sebagaian orang saja yang dipanggil untuk melayani yaitu para pendeta, staf lembaga pelayanan, pekerja gereja full-timer dsb. Alkitab berkata bahwa Allah sendiri-lah yang memanggil kita untuk melayani (1 Kor 1:2,9; 1 Pet 2:9; 2 Pet 1:3). Panggilan kita untuk keselamatan meliputi panggilan kita untuk melayani. Tidak peduli apa pekerjaan kita, kita dipanggil untuk melakukan pelayanan dalam hidup kita. Setiap kali kita memakai kemampuan-kemampuan yang diberikan Allah untuk menolong orang lain, kita sedang melakukan pelayanan yang merupakan panggilan kita (2 Tim 1:9 ; 1 Pet 2:9). Allah menyelamatkan kita dan memanggil kita supaya menjadi umat-Nya sendiri, Ia melakukan itu bukan berdasarkan apa yang kita sudah kerjakan, melainkan berdasarkan rencana-Nya sendiri. Allah memilih kita untuk memberitakan sifat-sifat mulia Allah yang telah memanggil kita.

Dalam pelayanan, tidak ada pelayanan yang tidak penting. Beberapa pelayanan bisa dilihat dan beberapa pelayanan berada di balik layar, tetapi semuanya bernilai. Pelayanan kecil atau yang tersembunyi sering membuat suatu perubahan besar. Ilustrasi yang mudah untuk menggambarkan hal ini adalah ilustrasi lampu. Lampu yang terpenting di rumah saya, bukanlah lampu besar di ruang keluarga, melainkan lampu malam kecil di kamar yang menjaga saya agar tidak tersandung ketika bangun pada malam hari. Sehingga tidak ada hubungan antara ukuran dan arti penting. Setiap pelayanan.

Hal apa yang kita takutkan ketika kita akan melakuakan pelayanan. Banyak ketakutan, banyak kegelisahan dan banyak lagi kekhawatiran bercampur dalam hati dan pikiran kita. Pentingkah pelayanan itu ? Sudah berapa banyakkah waktu, tenaga dan pikiran yang kita habiskan untuk melakukan pelayanan untuk orang lain ? Atau waktu, tenaga dan pikiran kita seringkali kita habiskan untuk memikirkan diri kita sendiri ? Di dalam Alkitab FAYH Markus 8:35 Yesus berkata “Jikalau kalian mempertahankan nyawa, kalian akan kehilangan nyawa. Jikalau kalian kehilangan nyawa demi Aku dan demi Berita Kesukaan, kalian akan dapat menikmati hidup yang sesungguhnya”. Jika kita tidak melayani, kita hanya ada, karena kehidupan dimaksudkan untuk pelayanan. Allah ingin agar kita belajar mengasihi dan melayani sesama tanpa mementingkan diri sendiri.


Allah ingin memakai kita untuk membuat perubahan di dunia-Nya. Dia ingin bekerja melalui kita. Yang penting bukanlah jangka waktu berapa lama kita hidup, melainkan sumbangsihnya. Bukan berapa lama kita hidup, melainkan bagaimana kita hidup.

Apalagi alasan kita untuk tidak melakukan pelayanan, alasan apa yang akan kita gunakan ? Abraham berusia tua, Yakub tidak kokoh, Musa gagap, Gideon miskin, Daud melakukan perselingkuhan dan menghadapi segala jenis permasalahan keluarga, Elia mau bunuh diri, Yeremia hilang semangat, Yunus enggan, Petrus seorang pemarah, Marta banyak kekhawatiran, Zakheus tidak terkenal, Tomas punya keraguan, Paulus memiliki kesehatan yang buruk, dan Timotius seorang pemalu. Beraneka ragam orang dengan status dan latar belakang yang berbeda dipakai Allah untuk melakukan pekerjaan pelayanan-Nya. Dia akan memakai kita, jika kita berhenti untuk membuat alasan untuk tidak mau terlibat dalam pelayanan.

Efe 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.”

God loves us, not because of who we are, but because of who He is. So, serve God by serving others first.

Hanya sedikit berbagi, semoga dapat bermanfaat. Semuanya demi kemuliaan Tuhan.
You`ll Never Walk Alone, God is with you
.

Sumber: dari berbagai bahan bacaan.
Samuel Mahendra-Biology 2008