Kabar Sukacita

Posted by

Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya;barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta,karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya
(1 Yohanes 5 : 10a)

Dalam Alkitab, Tuhan Yesus sering membahas tentang surga dan neraka. Namun, ajaran-ajaran sekarang ini berusaha mematahkan firman Tuhan. Seperti menentang baptisan Roh Kudus dan tanda-tanda dengan alasan kalau hal-hal tersebut hanya terjadi di masa lampau, dan tidak berlaku lagi di jaman sekarang. Ajaran-ajaran sekarang ini berusaha untuk melogikakan Tuhan. Kenyataannya, manusia tidak akan pernah bisa melogikakan Tuhan. Karena Tuhan bukanlah Tuhan kalau dapat dilogikakan manusia. Alkitab penuh dengan perkara supranatural yang tidak bisa diselami pikiran manusia. Injil adalah kekuatan Allah dalam orang-orang yang percaya, bukan logika. Logika manusia tidak akan bisa menyelamatkan manusia.

Dalam Lukas 16:23-24, tentang Lazarus dan orang kaya, kita dapat melihat bagaimana neraka digambarkan dalam alkitab. Neraka merupakan tempat yang penuh kegelapan, gersang, penuh ratap dan gertakan gigi. Di sana tidak ada pengharapan dan jalan keluar. Orang-orang di dalam neraka merasakan penderitaan yang tidak terbatas. Penderitaan satu orang di dalam neraka sama dengan penderitaan seluruh manusia di muka bumi ini.

Saat kita melakukan pelanggaran, besar hukuman yang kita terima tergantung kepada siapa pelanggaran itu kita lakukan. Semakin tinggi kedudukan orang tersebut, akan semakin besar hukuman yang akan kita terima. Tuhan kita tidak terbatas, tertinggi dari segalanya. Kita akan mendapatkan hukuman yang tidak terbatas atas dosa dan pelanggaran kita, yaitu masuk ke dalam neraka.

3 hal yang ingin disampaikan neraka:

  1. Hari ini, Tuhan yang Maha Pengasih, berusaha menyelamatkan kita dengan segala cara namun kita menolaknya. Kita tetap hidup dalam kedagingan kita, dan menyakiti hati Tuhan. Segala dosa, kenikmatan dunia membuat kita tidak mau hidup di dalam Tuhan sepenuhnya.
  2. Keputusan yang terpenting dari seluruh keputusan hidup kita adalah keputusan kita terhadap keselamatan. Kita harus membuat pilihan, apa kita mau tunduk dan mengikuti keinginan Tuhan atau tetap pada hidup yang lama. Mungkin kita bisa membuat keputusan untuk hidup tenang 70-80 tahun. Tapi bagaimana dengan sesudahnya? Tuhan berikan kita kebebasan untuk memilih, menerima Tuhan atau menolak-Nya.
  3. Tanggung jawab kita sebagai orang percaya adalah bersaksi.  Sebagai orang percaya, kita harus menjadi garam dan terang dunia. Kita bisa menjadi garam yang terurai dan memberi rasa dunia ini atau menjadi garam yang diinjak-injak dan dibuang orang. Kita juga harus menjadi terang. Terang yang kecilpun dapat memusnahkan kegelapan.

Tuhan memanggil kita keluar dari kegelapan ke dalam terang. Kita ditempatkan Tuhan di kampus ini tentu untuk kemuliaan nama-Nya. Janganlah kita menggunakan kemerdekaan dan kebebasan yang Tuhan berikan untuk memuaskan keinginan daging kita. Hargailah hari-hari yang ada dan terima keselamatan yang telah Ia sediakan. Tuhan Yesus rindu semua orang untuk datang kepada-Nya dan mau hidup dalam tuntunan-Nya. (adc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *