Kristen GarRang

Posted by

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang
-Matius 5:13-

Tuhan menginginkan kita menjadi garam dan terang dunia. Garam dan terang merupakan 2 hal yang sudah biasa kita lihat dan rasakan. Pasti semua orang pernah melihat dan merasakan garam. Terang selalu kita rasakan di siang hari atau di ruangan yang diberi penerangan. Apa makna dari garam dan terang tersebut?

Garam

Garam memiliki sifat murni. Dunia semakin hari mengalami kemunduran dalam hal moral. Sesuatu yang salah menjadi suatu hal yang biasa. Sebagai anak Allah, menjadi garam di lingkungan kita berarti kita tetap memegang  norma- norma yang ada, tidak terpengaruh dengan keterpurukan norma sekarang ini.

Garam berfungsi mengasinkan makanan. Sekarang ini, dunia telah kehilangan rasa asinnya. Kita bertugas untuk memberi cita rasa pada dunia ini.

Garam tidak hanya berfungsi untuk mengasinkan makanan saja, tetapi garam juga berfungsi untuk mengawetkan makanan dan sebagai antiseptik. Artinya, kita menjadi sumber kehidupan dan membangun dan memepertahankan norma- norma yang ada. Bukan merusak dengan kritik- kritik yang tidak membangun.

Terang

Yesus adalah terang dunia (Yohanes 9:5). Kita memantulkan terang dari Tuhan agar dunia dapat merasakan terang Tuhan. Terang itu nyata dan tidak tersembunyi. Jadilah terang di dalam kegelapan. Dengan begitu kita dapat menerangi dunia ini. Tidak hanya saat kita di Gereja atau persekutuan, tetapi juga di lingkungan luar sehingga semua orang dapat merasakan terang Tuhan. Menjadi terang, berarti kita juga menyatakan kebenaran kepada dunia.

Kita memiliki tugas untuk memberi dampak di dunia ini, bukan untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja.  Mari kita memuliakan Tuhan dalam setiap perkataan, perbuatan, dan pikiran sehingga kita dapat mempertahankan rasa asin kita dan merefleksikan terang  Tuhan ke dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *